Akhirnya PLN Operasikan Kapal Angkut Batubara Milik Sendiri

Jakarta, Seruu.com - Mulai Senin (16/1), PT PLN mengoperasikan Kapal Motor (KM) Kartini Baruna dan KM Kartini Samudra yang mengangkut batubara untuk PLTU Tanjung Jati B unit 3 dan 4 di Jepara Jawa Tengah. Kedua kapal Panamax tersebut dioperasikan oleh PT Pelayaran Bahtera Adiguna (PBA), anak perusahaan PLN yang bergerak di bidang pelayaran.

PT PBA mendapat tugas dari PLN untuk menyediakan transportasi angkutan batubara untuk PLTU Tanjung Jati B unit 3 dan 4 kapasitas 2x662 Mega Watt.  KM Kartini Baruna adalah kapal pertama milik PT PBA setelah perusahaan ini menjadi anak perusahaan PLN tahun lalu.

“Ini adalah kapal terbesar yang dimiliki PT PBA dan termuda karena baru berusia enam tahun” kata Direktur Utama PT PBA, Bima Putra Jaya dalam keterangan persnya Senin (16/1).

Bisa dikatakan ini juga merupakan kapal pertama milik PLN.  Kapal ini menjalani pelayaran perdana sebagai milik PT PBA dengan mengangkut batubara sebanyak 68.264 Metrik Ton (MT) dari Bontang Coal Terminal Kalimantan Timur.

Sedangkan KM Kartini Samudra dioperasikan dengan pola kerja sama operasi (KSO) antara PT PBA dan PT Jaya Samudra Karunia, salah satu perusahaan perkapalan Indonesia. Kapal Kartini Samudra baru saja membawa batubara sebanyak 68.010 MT dari pelabuhan Tanjung Bara, Kaltim Prima Coal.

“Tujuan operasi kedua kapal pengangkut batubara ini adalah untuk mengamankan kebutuhan pasokan batubara ke PLTU Tanjung Jati B unit 3 dan 4 sebesar 3,4 juta ton/tahun. Waktu tempuh pengangkutan batubara dari Kalimantan Timur ke Jepara sekitar 2,5 hari," jelas Bima.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, PLTU Tanjungjati B adalah pemasok 10 persen kebutuhan listrik Jawa Bali. Karena itu keamanan pasokan bahan bakar batubara untuk pembangkit ini harus dijaga dengan baik untuk menjaga keandalan pasokan listrik ke Jawa Bali.

PT PBA merupakan perusahaan pelayaran yang menjadi anak perusahaan PLN sejak Agustus 2011 setelah pemerintah secara resmi menyerahkan saham PT PBA ke PLN. “Pengalihan saham ke PLN ini bertujuan untuk sinergi BUMN dalam mendukung bisnis PLN," ujar Nur Pamudji. Pengalihan ini juga sangat menguntungkan PLN untuk menjaga keamanan pasokan batubara ke pembangkit PLN. Pada tahun 2012 ini PLN menargetkan penggunaan batubara untuk pembangkitnya sebesar 39,6 juta ton. [ms]

KOMENTAR SERUU