Armida: Konversi BBM ke BBG adalah Keharusan

Jakarta, Seruu.Com - Beban anggaran untuk bahan bakar minyak semakin berat bagi negara. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida S Alisjahbana, menegaskan, konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG) adalah keharusan, baik untuk jangka panjang maupun menengah.

"Konversi BBM itu harus dilakukan, baik untuk jangka panjang maupun menengah. Coba tengok negara lain, mereka juga melakukan konversi. Sekarang kita utamakan untuk sarana transportasi lebih dulu," kata Armida usai melantik Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin, di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (21/2).

Menurut Armida, opsi-opsi terkait kenaikan harga maupun pembatasan BBM adalah satu paket. "Opsi-opsi tersebut harus dikaji dengan cermat karena asumsi makro saat ini sudah berubah," katanya.

Armida menjelaskan akan ada sedikit penambahan dalam APBN karena kini harga minyak mentah Indonesia (ICP) sudah di atas 110 dolar Amerika Serikat, sedangkan asumsinya adalah 90 dolar Amerika Serikat.

Sementara itu, di tempat yang sama, Suryamin menambahkan pihaknya tengah mengkaji dampak kenaikan harga maupun pembatasan BBM terhadap tingkat inflasi.

"Saat ini kami sedang mengkaji dampak kenaikan harga BBM kalau naik sebesar Rp500 per liter. Sudah jelas akan berdampak ke arah inflasi. Kalau harga BBM naik, harga-harga lain juga pasti akan ikut naik," kata Suryamin.

Terkait pembatasan BBM, Suryamin mengaku masih belum memiliki data mengenai total pengguna premium dan pertamax di pasaran, sehingga sulit untuk melakukan perhitungan. [ant]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU