Aksi Penolakan  Buruh Terhadap Kenaikan BBM dan TDL Diperkirakan Meningkat
Ilustrasi Demo Menolak Kenaikan BBM

Cimahi, Seruu.com - Meskipun peringatan Hari Buruh (May Day) baru akan berlangsung 1 Mei mendatang, namun aksi yang akan dilakukan jajaran buruh diperkirakan akan semakin meningkat. Hal itu dipicu kebijakan pemerintah pusat yang rencananya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL) mulai April 2012.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kota Cimahi Efi Hanafiah mengatakan, aksi buruh pada May Day menjadi kegiatan rutin tahunan. "Tapi, tahun ini pemicunya yaitu kenaikan BBM dan TDL. Sehingga, aksi buruh akan semakin meningkat," katanya.

Sebelumnya, jajaran buruh di Kota Cimahi ancam akan melumpuhkan jalur lalu lintas jika pemerintah memaksa menaikkan TDL dan BBM. Kenaikan tersebut akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Kota Cimahi secara signifikan. Efi berharap situasi kondusif tetap tercipta di Kota Cimahi. "Mudah-mudahan saja tidak ada PHK, kami akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan paraa pengusaha untuk mencegah terjadinya PHK," katanya.

Dilokasi terpisah, kemarin ribuan buruh di Depok menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kemungkinan akan dilaksanakan mulai April 2012. Kenaikan harga BBM dinilai dapat memiskinkan kaum buruh. "Kami dengan tegas menolak rencana kenaikan BBM. Kenaikan BBM sangat memberatkan pereknomian para buruh, sehingga buruh semakin miskin," kata Sekjen DPC FSPMI Kota Depok Widodo Pratikno, Minggu (26/02/12).

Menurut Widodo, kenaikan harga BBM akan menjadi beban buruh dan masyarakat. Sebab kenaikan harga BBM secara langsung menaikan harga kebutuhan pokok dan tarif transportasi. Meskipun tahun ini Upah Minimum Kota (UMK) naik menjadi Rp1,4 juta, namun tanpa kenaikan BBM harga pun gaji tersebut tak mencukupi kebutuhan hidup.

"Pemerintah tak memikirkan buruh. Buktinya teman buruh di Bekasi harus unjuk rasa agar upah tahun ini naik. Sekarang pemerintah merencanakan kenaikan BBM untuk mengurangi subsidi. Buat orang bawah sangat memberatkan. Ini gambaran pemerintah tak peduli," tegasnya.

Widodo menyatakan, jika pemerintah tetap menaikkan harga BBM, maka pemerintah pun harus menaikkan upah buruh yang disesuaikan dengan kenaikan barang pokok dan transportasi. “Upah naik, tapi BBM juga naik, gimana sih,” tukasnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kota Depok, Gino.
Dia menambahkan bahwa kenaikan BBM sangat kuat dampaknya terhadap kesejahteraan buruh. Oleh karena itu, kenaikan BBM itu harus ditunda.

"Sangat luas dampaknya bagi buruh. Pengusaha juga akan menolak kenaikan BBM. Pengusaha juga tidak akan menaikan upah buruh dengan alasan biaya operasional tinggi akibat kenaikan BBM itu," tutur Gino. [ms]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU