Freeport Laporkan  Penghentian Operasional Tambang ke DPRD
Logo Freeport

Jayapura, Seruu.com - PT Freeport Indonesia telah membuat laporan resmi ke Bupati Mimika, Klemen Tinal tentang penghentian sementara produksi perusahaan tambang emas, tembaga dan perak itu.  Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mimika, Dionisius Mameyau di Timika, Kamis mengatakan dengan adanya laporan resmi dari PT Freeport tersebut maka jajarannya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Bupati Mimika.

"Manajemen Freeport sudah buat laporan resmi ke Bupati Mimika. Selanjutnya kita menunggu arahan lebih lanjut dari Bupati untuk menangani permasalahan yang ada di Freeport saat ini," jelas Dionisius.

Dalam laporannya ke Pemkab Mimika, PT Freeport menyatakan bahwa perusahaan menghentikan sementara waktu proses produksi sejak Jumat pekan lalu lantaran terjadi aksi intimidasi oleh karyawan peserta mogok kerja beberapa waktu lalu terhadap rekan-rekan mereka bahkan staf perusahaan.

Terkait persoalan baru yang terjadi di lingkungan PT Freeport tersebut, anggota Komisi C DPRD Mimika, Muslihuddin mendesak Pemkab Mimika agar turun tangan melakukan upaya menengahi atau mediasi antara pihak manajemen PT Freeport dengan para pekerja yang diwakili oleh Serikat Pekerja perusahaan.

Menurut Muslihuddin, kondisi kerja yang terjadi saat ini di lingkungan PT Freeport seharusnya sudah diantisipasi sejak sebelum karyawan peserta mogok kerja kembali ke lokasi kerja mereka di Tembagapura dan lainnya.

"Ini yang kita khawatirkan sebelumnya yaitu pasca mogok akan terjadi klas antara karyawan. Apa yang dilakukan selama ini hanya sebatas memberi penyadaran saja melalui imbauan dan pengarahan tetapi kegiatan mogok yang lama beberapa waktu lalu telah membentuk sikap dan karakter bagi yang mogok maupun yang tidak mogok," katanya.

Wakil rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai sikap arogansi yang ditunjukkan oleh karyawan yang tidak mogok kerja kepada rekan-rekan mereka yang mogok kerja telah membangkitkan rasa dendam dan antipati yang baru ditumpahkan pada saat sekarang ini.

"Kami berharap semua pihak dapat berfikir secara dewasa, jangan lagi bicara soal menang atau kalah. Yang menjadi pemenang dari permasalahan yang dulu adalah seluruh karyawan Freeport," imbau Muslihuddin sembari mendesak manajemen Freeport untuk merealisasikan seluruh hak-hak karyawan peserta mogok kerja sebagaimana kesepakatan yang sudah ditandatangani di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sedangkan anggota DPRD Mimika dari Partai Buruh, Fabianus Jemadu meminta aparat kepolisian menangkap dan memproses para pelaku teror, intimidasi dan penganiayaan terhadap karyawan Freeport agar kondisi kerja di lingkungan perusahaan itu kembali sehat seperti sebelum terjadi mogok kerja.  "Karena ini sudah berkaitan dengan kriminalitas maka kami minta polisi harus bertindak tegas," pinta Fabianus.

Ia juga mendukung desakan agar Pemkab Mimika secepatnya memfasilitasi pertemuan antara manajemen Freeport dengan Serikat Pekerja agar kegiatan operasi perusahaan kembali berjalan normal. [ms]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU