BPS : Ekspor Minyak Mentah dan Gas Indonesia Turun Sepanjang Januari
Badan Pusat Statistik

Jakarta, Seruu.com - Ekspor minyak mentah Indonesia pada Januari 2012 turun 37,15 persen menjadi 883,1 juta dolar AS (Rp7,9 triliun) dan ekspor gas turun 0,48 persen menjadi 1.715,5 juta dolar AS (Rp15,51 triliun).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan di Jakarta, Kamis (01/3/2012), kondisi ini memicu ekspor migas Indonesia juga turun drastis sebesar 14,66 persen dari 3.485,0 juta dolar AS menjadi 2.974,1 juta dolar AS.

Untuk ekspor hasil minyak mengalami kenaikan sebesar 5,41 persen menjadi 375,5 juta dolar AS.

Sedangkan volume ekspor migas Januari 2012 terhadap Desember 2011 (berdasarkan data Pertamina dan BP Migas) untuk minyak mentah dan hasil minyak masing-masing turun sebesar 40,35 persen dan 5,50 persen, demikian juga gas turun sebesar 7,91 persen.

Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia naik dari 97,11 dolar AS per barel pada Desember 2011 menjadi 115,91 dolar AS per barel pada Januari 2012.

Penurunan ekspor juga terjadi untuk nonmigas sebesar 7,90 persen, yaitu dari 13.592,7 juta dolar AS menjadi 12.519,4 juta dolar AS.

Secara keseluruhan, ekspor Indonesia pada Januari 2012 mengalami penurunan sebesar 9,28 persen dibanding Desember 2011, yaitu dari 17.077,7 juta dolar AS menjadi 15.493,5 juta dolar AS.

Namun, bila dibandingkan dengan Januari 2011, nilai ekspor Januari 2012 mengalami peningkatan 6,07 persen. Peningkatan ini disebabkan naiknya ekspor nonmigas sebesar 4,40 persen dan ekspor migas sebesar 13,73 persen.

Penurunan terbesar ekspor nonmigas Januari 2012 terhadap Desember 2011 terjadi pada bahan bakar mineral (HS 27) sebesar 619,3 juta dolar AS, sedangkan peningkatan terbesar pada lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) sebesar 213,5 juta dolar AS.

Komoditas lainnya yang juga mengalami penurunan ekspor adalah mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) sebesar 65,7 juta dolar AS; karet dan barang dari karet (HS 40) sebesar 62,6 juta dolar AS; mesin/peralatan listrik (HS 85) sebesar 38,5 juta dolar AS; serta kertas/karton (HS 48) sebesar 24,1 juta dolar AS.

Untuk komoditas yang mengalami peningkatan selain lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) adalah tembaga (HS 74) sebesar 106,5 juta dolar AS; bijih, kerak dan abu logam (HS 26) sebesar 80,9 juta dolar AS; kendaraan dan bagiannya (HS 87) sebesar 54,2 juta dolar AS; serta besi dan baja (HS 72) sebesar 13,3 juta dolar AS.

Selama Januari 2012, ekspor dari 10 golongan barang (HS 2 dijit) di atas memberikan kontribusi 63,64 persen terhadap total ekspor nonmigas. Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang tersebut naik 4,93 persen terhadap bulan yang sama tahun 2011. Sementara itu, peranan ekspor nonmigas di luar 10 golongan barang pada Januari 2012 sebesar 36,36 persen.

Ekspor nonmigas Indonesia pada Januari 2012 ke Jepang, China, dan Amerika Serikat masing-masing mencapai 1.607,9 juta dolar AS, 1.359,4 juta dolar AS dan 1.196,3 juta dolar AS, dengan peranan ketiganya mencapai 33,26 persen.

Penurunan ekspor nonmigas Januari 2012 jika dibandingkan dengan Desember 2011 terjadi ke sebagian besar negara tujuan utama, yaitu China sebesar 788,8 juta dolar AS; Singapura sebesar 104,7 juta dolar AS; Amerika Serikat sebesar 87,9 juta dolar AS; Korea Selatan sebesar 78,0 juta dolar AS; Taiwan sebesar 61,0 juta dolar AS; Prancis sebesar 9,0 juta dolar AS; Australia sebesar 7,5 juta dolar AS; dan Jerman sebesar 3,0 juta dolar AS.

Sebaliknya, ekspor ke India mengalami peningkatan 166,5 juta dolar AS, diikuti Thailand 42,7 juta dolar AS; Malaysia sebesar 39,9 juta dolar AS; Jepang sebesar 5,2 juta dolar AS; serta Inggris 3,8 juta dolar AS.

Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) pada Januari 2012 mencapai 1.596,3 juta dolar AS. Secara keseluruhan, total ekspor ketiga belas negara tujuan utama di atas turun 8,97 persen. Pada Januari 2012, Jepang merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan kontribusi sebesar 12,84 persen, diikuti China 10,86 persen, dan Amerika Serikat 9,56 persen.

Ekspor produk industri Januari 2012 meningkat 2,08 persen dan produk pertambangan dan lainnya meningkat 14,82 persen, sementara ekspor produk pertanian turun 1,82 persen.

Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor keseluruhan Januari 2012, kontribusi ekspor produk industri adalah sebesar 61,21 persen sedangkan kontribusi ekspor produk pertanian adalah sebesar 2,48 persen, dan kontribusi ekspor produk pertambangan dan lainnya adalah sebesar 17,11 persen, sementara kontribusi ekspor migas adalah sebesar 19,20 persen. [ms]

KOMENTAR SERUU