Menteri Hatta Janjikan, INALUM Akan Dikuasai Indonesia Pada 2013
Hatta Rajasa

Jakarta, Seruu.com -Pemerintah memastikan keseluruhan kepemilikan saham PT Inalum akan kembali kepada Indonesia setelah masa kontrak dengan pihak Jepang berakhir pada 2013.  "Laporan dari tim negosiasi Inalum menunjukkan bahwa kita (pemerintah, red) berada pada posisi `on the right track`," kata Menteri Koordinator Perkonomian Hatta Radjasa saat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian di Jakarta, Jumat (02/3/2013).

Hatta mengatakan bahwa persoalan yang paling krusial dalam kasus Inalum adalah bagaimana membuat saham perusahaan itu bisa kembali kepada Indonesia, sehingga pemanfaatannya akan bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Saat ini mayoritas saham Inalum dikuasai oleh Jepang.

Sedangkan persoalan kedua, menurut Hatta, adalah bagaimana menyiapkan sumber pendanaan untuk mengoptimalkan pengoperasian perusahaan tersebut.  "Sesuai dengan `master agreement` yang ada, di mana kita akan ambil dan menteri keuangan yang akan susun pendanaannya apakah dari APBN atau di-`blending` dulu dari PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia)," ujar Hatta.

Hatta menambahkan setelah semua persoalan itu selesai dirampungkan pemerintah, baru akan dilakukan pencarian mitra kembali, apakah itu tetap dilakukan dengan pihak Jepang atau negara lain.  "Prinsipnya, ini (Inalum) kembali kepada pemerintah dan setelah itu baru dipikirkan akan bermitra dengan siapa. Dengan begitu kita bisa pikirkan `planning` untuk meningkatkan kapasitas produksi Inalum," tegas Hatta.

Sebelumnya, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan pemerintah tak akan memperpanjang kontrak dengan pihak Jepang. "Perjanjiannya, setelah 30 tahun harus ada perpanjangan kontrak, atau dikembalikan ke pemerintah dalam kondisi yang baik," kata Dahlan beberapa waktu lalu.

Rencana itu memang seiring akan berakhirnya perjanjian kerja sama antara pemerintah dan Konsorsium Pengusaha Aluminium Jepang (NAA) pada 2013. Inalum adalah perusahaan aluminium smelter, hasil kerja sama Indonesia dengan NAA yang berdiri sejak 1975.

Saat ini, pemerintah Indonesia menguasai sekitar 41,13 persen saham Inalum. Sebagian besar, yakni 58,87 persen saham dimiliki NAA. [ms]

KOMENTAR SERUU