Meneg BUMN : Petral Bisa Dibubarkan Asal Ada Mekanisme Yang Lebih Baik
Meneg BUMN Dahlan Iskan

Jakarta, Seruu.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan menyetujui pembubaran PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) jika direksi PT Pertamina menemukan cara terbaik agar "trading" ekspor dan impor minyak dan gas perusahaan pelat merah itu wajar.  "Saya setuju dibubarkan, asal ditemukan cara yang lebih baik," kata Dahlan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (02/3/2012).

Dahlan menilai tender ekspor dan impor Petral dilakukan tidak wajar sehingga mengganggu tata kelolaan perusahaan (GCG) Pertamina.  "Saya tidak mau kalau caranya sama seperti dulu. Sampai sekarang kan memang tidak ada cara yang lebih baik," ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Persero Karen Agustiawan mengungkapkan seluruh transaksi bisnis PT Pertamina Energy Trading Ltd tetap berjalan normal sebagai "sole trading arm" atau menjadi satu-satunya anak perusahaan yang menjalankan kegiatan trading Pertamina.

"Semua transaksi bisnis tetap berjalan normal seperti biasa dan Petral yang 100 persen sahamnya dikuasai oleh Pertamina mendapatkan dukungan penuh dari perseroan dalam menjalankan bisnis tersebut," tutur Karen.

Keberadaan Petral sebagai "sole trading arm" yang sekaligus menjalankan fungsi "market intelligent" bagi Pertamina, merupakan cara terbaik dalam bisnis "trading" minyak mentah dan produk BBM yang terjadi di pasar global.

Petral merupakan anak usaha Pertamina yang didirikan berdasarkan Companies Ordinance Hong Kong dengan kepemilikan saham 99,83 persen. Petral melakukan kegiatan ekspor dan impor minyak serta "market intelligent" bagi Pertamina.

Sepanjang 2011, Petral telah membukukan laba bersih "unaudited" sebesar 47,5 juta dolar AS atau naik 53 persen dibandingkan dengan laba bersih sebelumnya.  Selama tahun itu, Petral merealisasikan volume perdagangan minyak mentah dan produk sebanyak 266,42 juta barel. [ms]

KOMENTAR SERUU