Harga Minyak Melonjak ke Level Tertinggi Sejak 2008
Foto: AFP/Getty Images

Seruu.com - Harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2008 di tengah kekhawatiran ketegangan di Iran yang disinyalir memiliki potensi untuk mengganggu pasokan minyak melalui Selat Hormuz.

Pada perdagangan Kamis (1/3/2012), harga satu barel minyak mentah brent mencapai $ 128,40 per barel dan melampaui $ 110 di New York Mercantile Exchange setelah muncul laporan sebuah pipa saluran meledak di Arab Saudi, selaku produsen minyak terbesar dunia.

Saudi sendiri membantah laporan tentang meledaknya pipa saluran minyak tersebut. Sejumlah isu juga menyebabkan harga minyak semakin meningkat, termasuk ketegangan atas rencana nukli

"Saya pikir masalah utama  datang dari beberapa gangguan pasokan, atau ketakutan untuk memasok gangguan, terutama Iran," kata Ketua Federal Reserve Amerika Serikat,  Ben Bernanke,  Rabu lalu. "Jadi saya tidak yakin ada yang bisa memberikan bantuan dalam jangka sangat pendek."

Harga minyak mentah brent North Sea telah meningkat lebih dari 15% tahun ini, sementara minyak mentah NYMEX telah meningkat lebih dari 8,5% seiring ketegangan seputar Iran dan kekhawatiran yang dapat menyebabkan penutupan Selat Hormuz, jalur penting untuk ekspor minyak bumi.

"Terus terang, itu tidak ada hubungannya dengan penawaran dan permintaan yang ada - ini adalah situasi geopolitik," kata Angel Gurria, kepala Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan, CNN. "Jadi itu harus dipecahkan di tingkat itu," tambahnya seperti dikutip dari CNN, Jumat (2/3/2012).

Sementara kekhawatiran di Timur Tengah telah menyebabkan lonjakan, harga minyak menghadapi tekanan jangka panjang akibat meningkatnya permintaan dari China dan negara berkembang lainnya.

Dengan total kebutuhan minyak 9,4 juta barel per hari, Cina mengkonsumsi setengah jumlah minyak di AS, demikian menurut data 2010 dari Informasi  Administrasi Energi AS. Tapi sementara penggunaan AS tetap datar, konsumsi minyak China justru  naik sekitar 5% per tahun.

Cina sekarang merupakan  pasar mobil terbesar di dunia. Tahun lalu, 18 juta kendaraan  terjual di China, cukup juah bila dibandingkan dengan penjualan di AS yang berkisar  13 jutat.

"Ini bukan hanya tentang lebih banyak orang mengemudi, tapi perlu diketahui setiap produk yang Anda beli di China  terbuat dari bahan plastik atau sintetis yang dibuat dengan minyak," kata Patrick Chovanec dari Universitas Tsinghua.

Setelah AS dan Cina, Jepang adalah konsumen papan atas lainnya dengan konsumsi 4,4 juta barel per hari, diikuti oleh India (3,1 juta) dan Rusia (3 juta).

Jika harga minyak terus naik, analis khawatir hal itu akan melukai negara berkembang yang dalam  pertumbuhan ekonominya menopang pertumbuhan ekonomi Barat.

"Harga minyak yang sangat tinggi akan mengurangi setiap jenis pemulihan dan segala jenis pertumbuhan bahkan selama masa normal," kata Gurria. "Ini tidak diinginkan," jelasnya.

AS memberikan sanksi baru bagi Teheran dengan target merusak ekspor minyak Iran, AS tengah meyakinkan sejumlah pembeli minyak Iran yang kebanyakan berasal dari Asia, seperti Cina, Jepang, India dan Korea Selatan untuk mengurangi impornya.

Uni Eropa juga mengumumkan pelarangan impor minyak Iran.

Sebagai balasannya, Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, sebuah jalur penting dalam perdagangan minyak dari teluk - termasuk minyak dari Saudi - jika Barat memberlakukan lagi sanksi.

Pengamat mengatakan isu tersebut menyebabkan ketidakpastian dalam persediaan minyak. [bbc/cnn]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU