Dewi Aryani : Tidak Konsultasi Dengan DPR, Pemerintah Langgar Aturan Soal Kelebihan Kuota BBM
Dewi Aryani, Anggota Komisi VII DPR RI

Jakarta, Seruu.com - Anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani menilai bahwa pemerintah telah melakukan pelanggaran karena tidak meminta persetujuan DPR dalam menentukan over kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi 2011 lalu.
"Ini menujukkan telah terjadi pelanggaran penggunaan BBM bersubsidi untuk kepentingan lain diluar kepentingan penyediaan BBM untuk rakyat,"  tegas Dewi di DPR, Selasa (06/3/2012).

Terkait over kuota volume BBM subsidi sebesar 1,29 juta kiloliter, menurutya, menunjukkan tidak ada transparansi dari BPH Migas dan pertamina soal verifikasi penggunaan BBM.  "Selama ini hitungan verifikasi dihitung dari depot, yang seharusnya adalah SPBU. Jika selama ini dari depot maka kontrol pendistribusian dari depot ke SPBU bagaimana? Jangan sampai mengalirnya bukan ke SPBU bersubsidi tapi ke industri-industri atau ke kantong-kantong lain," tandasnya.

Dewi Aryani juga menyatakan Kepres No 15 tahun 2012 harus bisa dilaksanakan sebagai titik awal perbaikan distribusi dan pengawasan BBM bersubsidi, yaitu verifikasi sampai dengan titik serah di SPBU. Lebih jauh ia menegaskan bahwa alasan Menteri ESDM bahwa alasan over kuota adalah meningkatnya jumlah mobil maka kelihatan tidak ada kordinasi antar kementrian.

"Tidak ada komunikasi dalam proses pembuatan kebijakan- kebijakan antara Menteri ESDM dan Menteri lain sebagai pengguna BBM," ujarnya.

Dewi Aryani mengatakan bahwa pernyataan pemerintah adanya migrasi konsumen dari BBM non subsidi ke BBM subsidi tidak disertai dengan data angka akurat. Data dari fraksi pdi perjuangan justru sebaliknya dimana Ia menyebutkan pengguna BBM subsidi memang kalangan miskin 29% dan menengah bawah 36%. "Jadi tidak ada migrasi-migrasi yang dimaksudkan," Dewi Aryani menegaskan. [ms]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU