SeruuMart - Digital Marketplaces
Senin, 16 Januari 2017
 
ANTAM Kembali Kelola Nikel di Pulai Maniang
Antam

Kolaka, Seruu.com - PT Antam UBPN Pomalaa, Kolaka Sulawesi Tenggara, kembali melakukan pengolahan nikel yang berada di Pulau Maniang setelah sempat terhenti sejak tahun 2009 lalu karena kadar nikel yang dimiliki tidak sesuai dengan permintaan pasar dunia.

SVP PT. Antam Kolaka, Teddy Badrujaman mengatakan Pulau Maniang merupakan lahan yang mempunyai nilai historis dari aktivitas pertambangan nikel PT. Antam, karena sejak awal keberadaan PT.Antam sudah melakukan penambagan di wilayah itu tahun 1959.

"Pembukaan kembali ini wilayah Maniang ini untuk yang ketiga kalinya dilakukan setelah dihentikan sementara karena kadar orenya yang belum sesuai permintaan pasar nikel dunia." katanya saat ditemui di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Rabu.

Menurut Tedy, tambang di Pulau Maniang ini merupakan cikal bakal perkembangan tambang yang ada di Antam sehingga wilayah ini besar sekali artinya bagi Antam.

Penambangan di Pulau Maniang ini benar-benar menjadi penambangan yang tuntas karena rencananya ketika setelah selesai nantinya akan dibuatkan sebuah monumen sejarah dan akan dijadikan objek wisata tambang," ungkapnya.

Tedy menjelaskan, pada awal proses penambangannya, kadar di pulau itu yang luas IUP-nya hanya 100 hektar lebih, mencapai hingga kadar 3 UP sementara setelah beberapa kali dilakukan ekspor kadarnya turun sehingga aktivitas sempat terhenti karena tidak sesuai dengan kebutuhan pasar nikel dunia.

"Kadarnya turun hingga 1,8 UP dan nilai ekonomisnya sudah tidak bisa diumpan ke pabrik lagi makanya dihentikan sementara penambangan di pulau itu," terangnya.

Namun setelah pihak Antam mendirikan pabrik yang bisa mengkonsumsi hingga kadar itu, barulah kembali dibuka seperti yang dilakukan saat ini.

"Kami berharap kepada tim yang ditunjuk dapat melakukan pekerjaan dengan baik serta lingkungan yang terkendali dan harus memperlihatkan contoh penambangan yang baik apalagi lokasi ini bersentuhan langsung dengan laut sehingga harus diantisipasi pencemarannya." kata Tedy.

Deputi VP Mining Operation Support, Dadang Hadipratomo menjelaskan, sejak dihentikannya sementara pada November 2009 silam, tidak ada lagi penambangan setelahnya.

"Nanti tahun ini, mulai lagi ditambang dan akan dilakukan secara tuntas mengenai pengangkutan dan mobilisasi peralatan tambang sudah dilakukan sejak bulan lalu bahkan sudah dilakukan Safety Induction serta pembagian ID Card dan otorisasi pegawai dan kontraktor yang bekerja di pulau terpencil itu." jelasnya.
[ndis]

KOMENTAR SERUU