APEMINDO : Permen ESDM 07 Tingkatkan Pengangguran dan Bunuh Pengusaha Nasional
Poltak Sitanggang, Steering Comitte APEMINDO

Jakarta, Seruu.com - Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (APEMINDO) menolak dengan tegas pemberlakuan Peraturan Menteri ESDM No. 07 Tahun 2012 Tentang Peningakatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral. Pasalnya, regulasi yang hanya memberi waktu 3 bulan bagi para pemegang Izin Usaha Pertambangan dan Izin Pertambangan Rakyat tersebut untuk melakukan peningkatan baku mutu dan pemurnian mineral dipandang akan membuat banyak usaha pertambangan nasional skala kecil dan menengah kolaps sehingga meningkatkan pengangguran.

"Kolapsnya perusahaan kontraktor pertambangan mineral dimana sekitar 15,000 unit alat berat dengan kapitalisasi Rp1,5 triliun dan 75,000 unit alat transport dengan kapitalisasi minimal Rp2,5 triliun. Dimana hampir 80 persen pendanaan adalah leasing dari Bank. Pada saat ini dengan keluarnya Permen  ESDM No. 07 Tahun 2012 itu, pendanaan dan penjualan alat berat dan transportasi sudah berhenti sementara," ujar Steering Comitee APEMINDO, Poltak Sitanggang, dalam deklarasi pembentukan organisasi dan pernyataan sikap resmi APEMINDO terhadap Permen  ESDM No. 07 Tahun 2012 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (15/3/2012).

Jika perusahaan sudah kolaps, maka, lanjut Poltak, secara otomatis jumlah pengangguran dari masyarakat profesi pertambangan yang sudah tercipta selama 5 tahun belakangan ini.  "Ini juga akan terjadi PHK besar-besaran yang menurut data kami kurang lebih 20,000 tenaga kerja," pungkas Poltak.

Seperti diketahui, Menteri ESDM Jero Wacik pada 6 Februari 2012 telah menerbitkan Permen ESDM No.7 Tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral. [priambodo/ms]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU