Temui Boediono, Kurtubi Usulkan Penghematan Dibanding Penaikan Harga BBM
Kurtubi

Jakarta, Seruu.com - Pakar energi, Kurtubi dalam acara `afternoon tea` dengan Wakil Presiden Boediono, tetap mengusulkan penghematan dan efisiensi untuk menyeimbangkan APBN 2012 dibandingkan menaikkan harga BBM bersubsidi. Menurut Kurtubi, seusai acara afternoon tea di Istana Wakil Presiden, Rabu (21/3/2012), usulan penghematan sampai saat ini masih realistis. Sebab, banyak inefisiensi yang terjadi dalam bidang energi.

Ia mencontohkan, penjualan harga gas Indonesia ke China yang di bawah harga pasar saat ini membuat Indonesia kehilangan pendapatan sekitar Rp30 triliun.

Untuk itu, menurut dia, pemerintah harus menyakinkan pembeli gas dari China untuk membeli gas di harga keekonomian.

Pemerintah, menurut dia, juga dapat mengefisienkan impor minyak Indonesia yang saat ini mencapai Rp300 triliun. Efisiensi dapat dilakukan dengan pembelian minyak langsung dari produsen bukan dari trader (pedagang minyak).

"Meskipun pertamina melakukan tender, tapi penjualnya dari trader (pedagang). Kalau langsung produsen, ini bisa menghemat satu persen saja berarti nilainya bisa mencapai Rp30 triliun," katanya.

Selain itu, juga mengefisienkan cost recovery. "Kalau sekarang usulannya (cost recovery) 15 miliar dolar AS, padahal dua bulan yang lalu usulannya 1 miliar dolar AS, bayangkan kalau tetap 12 miliar, berarti hemat 3 miliar dolar atau sekitar Rp3 triliun," katanya.

Ia menambahkan, meski dirinya sepakat perlu dinaikan mengingat harga minyak melambung di pasar dan produksi minya anjlok, namun menaikan harga BBM saat ini akan sangat menyakitkan masyarakat.  Untuk itu, ia mengusulkan untuk menunda kebijakan menaikan harga BBM tersebut. [ms]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU