Pengamat UGM: Kenaikan Harga BBM Timbulkan Multiplier Effect
Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM, Prof.Dr. Jumina

Yogyakarta, Seruu.com - Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM, Prof.Dr. Jumina berpendapat, kebijakan kenaikan harga BBM dapat menimbulkan multiplier effect . Maka, sebelum kenaikan harga BBM di implementasikan pada 1 April 2012 nanti, sebaiknya disikapi secara arif dan diantisipasi secara lebih dini. Sehingga implikasi negatif seperti pelemahan ketahanan energi nasional tidak terjadi.

Ketahanan energi, khususnya BBM merupakan salah satu faktor krusial dalam ketahanan nasional. Tak berlebihan jika kemudian Lemhanas memberikan sinyal kepada pemerintah bahwa stok BBM Indonesia yang rata-rata hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri selama 20 hari saja rawan ketahanan energi.

“Angka tersebut jauh di bawah stok minyak Singapura yang mencapai 120 hari dan Jepang 107 hari. Padahal kita tahu kedua negara maju itu tidak memiliki deposit minyak bumi,” kata Jumina di Yogyakarta, Rabu (21/3/2012).

Menurut dia, kebijakan energi (dalam hal ini BBM) yang tidak tepat, baik untuk negara pengimpor maupun pengekspor dapat menimbulkan ancaman serius terhadap ketahanan energi negara. Ancaman yang mungkin terjadi yaitu baik ancaman non fisik seperti harga minyak mentah yang fluktuatif di luar perkiraan, maupun ancaman fisik seperti sabotase infra struktur BBM dan sumber energi non BBM.

Jumina berharap pemerintah melakukan penguatan ketahanan energi melalui penghematan energi terbarukan maupun energi tak terbarukan yang diproses supaya ramah lingkungan, mempercepat penguasaan teknologi di bidang eksplorasi, pengelolaan konversi, penghematan energi dan teknologi energi baik terbarukan maupun tak terbarukan.[bw]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU