Pertamina Klaim Temukan Cadangan Minyak Baru di Sumatera
Pertamina

Jakarta, Seruu.com - Upaya eksplorasi PT Pertamina EP mulai membuahkan hasil. Anak usaha Pertamina ini mengklaim baru saja menemukan cadangan migas baru di Sumatera. Presiden Direktur PT Pertamina EP Syamsu Alam mengatakan, cadangan migas tersebut ditemukan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. "Tepatnya di struktur Piretrium," ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi Senin (16/4/2012) di Jakarta.

Menurut Syamsu, keberadaan cadangan migas itu sudah dibuktikan melalui Uji Kandungan Lapisan "(UKL) yeng menghasilkan gas dan kondensat. "Total gas dan kondensatnya sebesar 15,35 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dan 577 barel kondensat per hari," katanya."

Syamsu mengatakan, penemuan cadangan tersebut menambah keberhasilan penemuan cadangan di sejumlah struktur pada Proyek Area Fokus Eksplorasi (PAFE) Pagardewa. "Kami bersyukur atas penemuan cadangan yang dihasilkan dari struktur Piretrium. Seperti beberapa keberhasilan penemuan cadangan di wilayah PAFE Pagardewa sebelumnya, penemuan ini telah memberikan kontribusi terhadap penambahan cadangan migas di Indonesia," ucapnya.

Penemuan cadangan gas oleh Pertamina EP menjadi penting karena selama ini gas hasil produksi Pertamina dipasok untuk memenuhi kebutuhan gas domestik, terutama industri. Data menunjukkan, saat ini kontrak penjualan gas Pertamina EP untuk industri sebesar 71 persen, baik yang dipasok langsung ke konsumen maupun lewat PT PGN. Pasokan tersebut sudah termasuk pasokan gas untuk pupuk dan industri baja.

Selain itu, 28,5 persen produksi gas Pertamina dipasok untuk pembangkit listrik, termasuk listrik untuk industri. Sedangkan sisa produksi gas dipasok untuk memenuhi kebutuhan gas kota serta bahan bakar gas.

Dalam lima tahun terakhir, produksi gas Pertamina EP naik signifikan. Pada 2006 produksi gas sebesar 874 MMSCFD, lalu naik menjadi 922 MMSCFD pada 2007. Kemudian, pada 2008 naik lagi menjadi 1.003 MMSCFD, lalu pada 2009 kembali naik menjadi 1.043 MMSCFD.  Pada 2010, produksi gas kembali naik hingga 1.054 MMSCFD dan pada tahun 2011 mencapai 1.070 MMSCFD. "Tahun ini, kami targetkan bisa mencapai 1.106 MMSCFD," ujar Syamsu. [ms]

KOMENTAR SERUU