4 Gubernur Minta Tambah Kuota BBM

Seruu.co - Kuota bahan bakar minyak bersubsidi dipermasalahkan para kepala daerah di Kalimantan. Bahkan, Forum Gubernur se-Kalimantan mengancam akan memoratorium produksi tambang jika kuota tidak ditambah.
"Kuota yang minim telah memicu terjadinya krisis dan antrean panjang BBM di banyak wilayah di Kalimantan. Empat gubernur sudah bertemu dan meminta tambahan kuota BBM," kata Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin, di Banjarmasin, kemarin.

Ancaman dan tuntutan itu, kata dia, sudah disampaikan dalam musrenbang nasional di Jakarta, beberapa waktu lalu. "Kami menilai pemerintah pusat tidak adil dan ironis. Kalimantan ialah penghasil devisa terbesar dari sektor tambang, tapi tidak mendapat porsi pembangunan yang memadai."

Rudy memaparkan Kalimantan bermasalah akibat minimnya pembangunan infrastruktur, ekonomi, krisis energi listrik, hingga masalah BBM yang sudah berlangsung lama. Kuota BBM di wilayah ini hanya sebesar 5% dari kuota nasional sebanyak 42 juta kiloliter dari kebutuhan sebesar 10%.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang menambahkan, kelangkaan BBM yang terjadi akibat berkurangnya kuota BBM bersubsidi sangat merugikan warga. "Masyarakat sulit mendapatkan BBM. Kalaupun ada, harganya melambung tinggi mencapai Rp8 ribu-Rp20 ribu per liter," tandasnya di depan rombongan Komisi I DPR RI di Palangkaraya, kemarin.

Empat gubernur di Kalimantan, ungkap dia, sepakat melakukan moratorium hasil tambang jika sampai awal Mei tidak ada perubahan. "Kami telah berulang kali mengirimkan surat, tapi tidak mendapat respons."

Dari Jawa Tengah, Gubernur Bibit Waluyo mengatakan bakal mengajukan permintaan tambahan kuota BBM jika jatah 2012 habis. Sebab, tahun ini Jateng hanya mendapat kuota 2,3 juta kiloliter, turun dari tahun sebelumnya sebanyak 2,7 juta kiloliter.

"Kalau memang kuota BBM bersubsidi kurang, kami hanya bisa mengajukan tambahan. Entah bagaimana caranya, kami tidak tahu karena hanya itu yang bisa kami lakukan," tandasnya. [ndis]

KOMENTAR SERUU