Harga Minyak Dunia Jatuh
Ilustrasi (Istimewa)

London, Seruu.com - Harga minyak dunia jatuh pada Rabu (3/5/2012), karena para pedagang mencerna peningkatan yang lebih besar dari perkiraan cadangan minyak mentah AS bersama berita rekor tertinggi persediaan pada pusat utama Cushing, Oklahoma.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni kehilangan 81 sen menjadi 118,85 dolar AS per barel pada akhir transaksi sore di London, lapor AFP.

Kontrak utama New York, minyak mentah jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, turun 72 sen menjadi 105,44 dolar AS per barel.

Departemen Energi AS (DoE) mengungkapkan bahwa cadangan minyak mentah Amerika naik 2,8 juta barel dalam pekan yang berakhir 27 April.

Angka tersebut mengalahkan ekspektasi pasar untuk kenaikan sebesar 2,1 juta barel, menurut analis yang disurvei oleh Dow Jones Newswires, dan mengindikasikan melemahnya permintaan di negara konsumen minyak terbesar di dunia.

DoE juga menambahkan bahwa persediaan di Cushing - titik pengiriman untuk kontrak acuan New York minyak mentah light sweet - naik 1,2 juta barel menjadi mencapai dekat rekor tertinggi 43 juta barel. Itu mengalahkan rekor puncak sebelumnya pada April 2011.

Pada saat yang sama, stok bensin turun dua juta barel pada minggu lalu, yang lebih berat dari perkiraan penurunan 900.000 barel.

Distilasi, termasuk diesel dan bahan bakar pemanas, turun 1,9 juta barel. Para analis telah memperkirakan penurunan jauh lebih ringan 300.000 barel.

Sentimen pasar juga tertekan oleh berita bahwa perusahaan di AS menambahkan sedikit 119.000 pekerjaan pada April, perusahaan pembayar gaji (payrolls) ADP melaporkan Rabu, memicu kekhawatiran bahwa pasar tenaga kerja telah melemah. Sementara pasar memperkirakan untuk kenaikan sekitar 170.000.

Angka tersebut dilihat sebagai pertanda dari pengangguran resmi dan statistik pertumbuhan pekerjaan, yang akan dirilis Jumat.

Sementara pedagang tetap waspada atas keadaan yang sangat rapuh dari ekonomi zona euro, kata analis.

Pengangguran zona euro melonjak ke sebuah rekor 10,9 persen pada Maret, data resmi menunjukkan Rabu, menumpuk tekanan pada pemerintah untuk beralih dari penghematan pertama ke kebijakan pertumbuhan sehingga menghidupkan kembali perekonomian.

Angka itu, naik dari 10,8 persen pada Februari, bertepatan dengan survei yang menunjukkan produksi manufaktur di 17-negara zona euro tersandung mendekati tingkat rendah tiga tahun karena pemotongan belanja dan kenaikan pajak mendorong blok tersebut ke arah resesi.

Indeks Pembelian Manajer (PMI) Markit, indikator yang diawasi ketat, turun tajam menjadi 45,9 dari 47,7 pada Maret, sinyal kontraksi sektor manufaktur untuk kesembilan bulan berjalan.

Pasar minyak juga jatuh pada Rabu karena para pedagang mengambil keuntungan menyusul kenaikan hari sebelumnya.

Harga minyak mentah telah melonjak di New York, Selasa, mendapatkan dukungan dari data lebih kuat dari perkiraan pada industri di AS dan China, konsumen energi terbesar di dunia.[ant]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU