Kebijakan KESDM Macet, Pemerintah Harus Cari Wamen Secerdas Alm. Widjajono
"Kami masih mengkaji berbagai opsi kebijakan untuk mencari dampak mudharat-nya yang paling kecil,"

Jakarta, Seruu.com - 29 Mei lalu Menko Hatta Rajasa mengakui Wacik berpendapat, rencana pengendalian BBM bersubsidi molor dari yang semula direncanakan pada 1 Mei ini karena  pembahasan konsepnya belum matang 100 persen.

"Kami masih mengkaji berbagai opsi kebijakan untuk mencari dampak mudharat-nya yang paling kecil," katanya saat di temui di Menko.(29/04/2012)

Sementara itu Menteri ESDM Jero Wacik menyatakan pembatasan melalui cc kendaraan akan sulit dikontrol. Maka perlu dikaji lebih dalam.

“Mengenai pengendalian BBM, masih belum. Masalahnya sulit kontrolnya. Kalau bikin aturannya mudah, tapi kontrolnya sulit,” ungkapnya saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jakarta (30/4/2012).

Menurut Executive Director INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) Ahmad Erani Yustika penundaan ini disebabkan dua hal yaitu belum adanya pandangan yang sama untuk pengendalian atau pembatasan. Dan yang kedua, pemerintah sendiri memang belum siap.

"Menko Perekonomian setuju dg kebijakan ini, tapi Menteri ESDM tidak mendukung. Kedua, pemerintah sendiri memang belum siap karena kebijakan pembatasan membutuhkan sistem yang rumit, dari mulai menentukan kriteria yg berhak mengonsumsi BBM subsidi, menyediakan pasokan pertamax, infrastruktur pendukung (misalnya stiker), dan pengawasan", ujar Erani saat di kantornya (3/5/2012).

Tak hanya pengendalian BBM yang mengalami penundaan, konversi gas pun terkesan lamban, Eriani menambahkan untuk kebijakan diversifikasi ke gas ini bila diterapkan akan ada pihak yang merasa dirugikan.

"Saya duga, pihak yang dirugikan tersebut mencoba menghalangi kebijakan konversi gas. Lebih dari itu, bila kebijakan ini diterapkan memerlukan persiapan yang agak lama", cetusnya lagi.

Eriani melanjutkan, asal pemerintah konsisten dan insentif mengerjakan, infrastruktur mestinya sudah siap sampai akhir tahun ini. Karena kesulitan ada dalam dua level tadi  yaitu mengalahkan pihak yang berupaya menghalangi (karena merasa dirugikan) dan menyiapkan infrastruktur).

"Pemerintah harus mencari Wamen ESDM yang sekuat dan secerdas seperti Pak Wid agar kebijakan tersebut bisa dijalankan kembali", tegasnya lagi.[Aini]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU