Kontrol Kuota BBM Subsidi Pemerintah Tak Jelas, Pertamina Buat Inisiatif Sendiri
PT Pertamina (Persero)

Jakarta, Seruu.Com - Pengendalian atau pembatasan BBM bersubsidi yang tahun ini hanya dengan kuota 40 juta KL makin menjadi polemik, berbagai kebijakan yang sudah dikoar-koarkan pemerintah dan dicanangkan berjalan awal bulan Mei ini belum juga ada keputusan. Bahkan pemerintah dianggap lamban dan tidak serius melakukan segala program untuk menghemat pemakaian BBM bersubsidi.

PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu pelaksana kebijakan pemerintah mengaku tidak tahu menahu tentang pembatasan yang mengalami penundaan dan program apa yang tengah disusun pemerintah bersama pihaknya, hal ini diakui VP Corporate and Communication Pertamina Moch Harun saat ditemui di Kebon Sirih Jakarta (3/5/2012).

"Kita tidak ada yang kita programkan, tapi kan kalau sesuai mau pemerintah harus lebih banyaklah lagi. Apalagi persiapan pembatasan, itu kan pemerintah bukan kita", tegas Harun.

Lanjutnya, "saya tidak punya otoritas untuk komentari itu. Yang pasti harus dilakukan kalo nggak kuota nggak mencukupi".

Harun menjelaskan, Pertamina sebagai korporasi mempunyai inisiatif sendiri mengontrol kuota BBM bersubsidi yang di April ini sudah terpakai 14,1 juta KL. Sehingga bila terlampaui jumlahnya tidak terlalu besar, kalaupun mencukupi kuota tersebut jangan sampai mlebihi lagi. Salah satu contoh kontrol kuota yang dilakukan pertamina adalah pengadaan beberapa SPBU khusus BBM non subsidi di kawasan elit Jakarta. Dan kini ungkap Harun, pertamina tengah menjalankan evaluasi untuk program pilot project kontrol kuota di Kalteng dan Kalsel.

"Kita pilih di luar Jakarta karena memang ini inisiatif korporasi dan dengan biaya sendiri, disana juga banyak daerah perkebunan, tambang, yang rawan sekali dengan penyalahgunaan", jelasnya.

Program ini dimulai dengan mendata ulang, berapa banyak jumlah motor, mobil, juga transportasi umum. Pertamina akan coba lakukan upaya untuk mengetahui berapa kebutuhan disana perhari, hingga bisa tahu sebarapa besar suplai disana. Dari situlah upaya pertamina untuk kontrol.

"Nanti akan ada mekanisme, kita akan bikin tools yang diberikan untuk kendaraan dengan alokasi 10 liter/hari untuk isi, tapi ini masih  excercise. Jadi kalau sudah isi 10 liter  dia tidak bisa isi di SPBU lain", tukas Harun.

Harun berkata, pilot project ini pure inisiatif korporasi pertamina, dan diestimasi Juni tahun ini bisa dimulai. Program ini diharap bisa membantu pemerintah mengontrol kuota BBM bersubsidi. [Aini]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU