Pengusaha Tambang Pertanyakan Aturan Teknis Pajak Ekspor
Logo KADIN Indonesia

Jakarta, Seruu.com - Peraturan baru Menteri ESDM yang akan tertuang dalam bentuk Peraturan Menteri dan dikeluarkan pada 6 Mei 2012 mendatang terkait Pajak Ekspor mendapat tanggapan positif dari kalangan pengusaha pertambangan. Namun mereka meminta agar pemerintah dapat menjabarkan rincian teknis dalam aturan tersebut yang

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Natsir Mansyur dalam perbincangan dengan seruu.com Jumat (04/5/2012).

Menurutnya sebagai wadah dari dunia industri nasional dan wadah bagi pengusaha nasional Kadin sangat mendukung upaya pemerintah untuk mengembangkan hilirisasi produk mineral di Tanah Air.  "Kita setuju soal bea keluar itu. Inginnya sih besarannya tidak sampai terlalu tinggi yah kisaran 20-30% saja," tuturnya.

Menurutnya pemerintah harus memikirkan agar imbas dari kebijakan itu tidak sampai ‘mematikan’ pengusaha, khususnya pengusaha kecil di bidang pertambangan.  "Misalnya buat pengusaha tambang mineral, itu kan baru melakukan produksi, apa mau disamakan. Kecuali kalau sudah berproduksi lima tahun, boleh dikenakan BK tinggi karena pengembalian investasinya atau cash flow-nya sudah bagus," ujarnya.

Untuk itu menurut Natsir Dirjen Minerba harus segera melakukan pembicaraan dengan kalangan dunia usaha agar rincian teknis dari peraturan tersebut bisa diketahui dan jelas batasannya. "Sejauh ini dengan pak Menteri clear, tinggal di tingkat teknis yang belum, itu di Dirjen," tandasnya.

Senada dengan Kadin, Indonesian Mining Association (IMA) dalam siaran pers yang diterima redaksi hari ini  meminta agar Pemerintah dalam menetapkan besaran pajak ekspor atau BK sudah melalui kajian Komprehensif.

Bahkan IMA berharap Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan terlebih dahulu melakukan kajian komprehensif terhadap beban fiskal perusahaan tambang.

“Ini mengingat beban yang saat ini telah ditanggung perusahaan tambang secara rata-rata lebih dari 30% dari penerimaan kotor perusahaan," tulis Ketua Umum IMA Martiono Hadianto. [musashi]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU