Jero Wacik Putuskan 6 Mei Pengusaha Mineral Dilarang Ekspor Mineral Mentah
Menteri ESDM, Jero Wacik

Jakarta, Seruu.Com - Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral, Jero Wacik akhirnya memberikan keputusan mengenai pelaksanaan Permen 7 tahun 2012 yang berisi pelarangan ekspor mineral mentah untuk tahun 2014 sebagai pelaksana UU Minerba No 4 tahun 2009.

"Kami putuskan bahwa mulai tanggal 6 Mei 2012, Permen 7 berlaku untuk 14 mineral logam. Setelah tanggal 6 Mei 2012 tidak boleh ada ekspor bahan mentah lagi. Namun perusahaan tambang masih boleh melakukan ekspor dengan beberapa syarat", kata Jero Wacik dalam konferensi Pers-nya di KESDM (4/5/12).

Syarat perusahaan tambang tetap bisa melakukan ekspor, lanjut Wacik yaitu perusahaan mendapat sertifikat clear and clean dari Dirjen Minerba, melunasi PNBP dan pajak, harus menyampaikan pemurnian dalam negeri, dan perusahaan tersebut harus bersedia menandatangani fakta integritas.

"Isi fakta integritas itu berisi perjanjian mereka dalam menjaga lingkungan, pada tahun 2014 tidak akan ekspor bahan mineral mentah, dan dikenakan pajak ekspor sebesar 20%", lanjutnya.

Adanya Permen 7 tahun 2012 yang disahkan sejak Februari ini menurut Wacik, karena tidak adanya niat dari pengusaha tambang mineral untuk melaksanakan UU Minerba No.4 tahun 2009 yang mengharuskan  pengusaha mineral mengajukan proposal untuk tahun 2014 nanti.

"Sudah berbusa Dirjen saya tapi tidak ada yang mengajukan, malah tambah massive mengekspor sampai 700 kali lipat. Karena tidak dihiraukan maka muncullah permen ini, yang isinya 3 bulan munculnya permen ini ekspor mineral sudah dilarang kan artinya 6 Mei lusa kan. Pokoknya tidak boleh lagi ada tambang mineral yang ekspor tanah air", tegas Wacik.

Wacik mengungkapkan, setelah terbit permen ini sudah ada 82 proposal pendirian smelter yang masuk dari pengusaha mineral. Sedangkan penentuan pajak ekspor sebesar 20% menurutnya merupakan kesepakatan antara pemerintah ESDM dan pengusaha.

"Ini rundingan bersama pengusaha, kan ada yang usul 50%, tapi mereka bilang kalau 20% bolehlah Pak. Karena biar ada aturan yang baik untuk negara", cetus Jero Wacik. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU