Ekonom : Pembatasan BBM Harus Melalui Tahapan Sosialisasi Kepada Masyarakat
Ilustrasi

Jakarta, Seruu.com - Pengamat ekonomi dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang Dr Thomas Ola Langoday berpendapat, pemerintah perlu melakukan sosialisasi terlebih dahulu tentang kebijakan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi kepada semua kelompok sasaran.

"Sosialisasi tentang sebuah kebijakan tidak bisa dilakukan dalam hitungan minggu atau bulan, tetapi paling tidak dilakukan selama satu tahun agar seluruh kelompok sasaran memahami, mengerti dan melaksanakan dengan senang hati," kata Langoday di Kupang, Senin (07/5/2012), ketika ditanya soal kebijakan pembatasan BBM bersubsidi.

Pemerintah memutuskan untuk menerapkan lima langkah terkait penghematan BBM bersubsidi, kata Menteri ESDM Jero Wacik dalam keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (3/5) petang usai rapat kabinet terbatas membahas energi yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Lima hal yang diterapkan untuk menjaga angka kuota BBM bersubsidi antara lain kendaraan dinas pemerintah, melalui Peraturan Menteri ESDM melarang kendaraan dinas menggunakan premium bersubsidi, secara bertahap, Jabodetabek, dan kemudian Jawa Bali.

Aturan itu termasuk bagi kendaraan termasuk pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Kita akan persiapkan bagaiman mengontrol, plat merah, yang plat hitam (kendaraan dinas-red) akan ada stiker," kata Jero.

Menurut Langoday, sosialisasi mengenai kebijakan pembatasan BBM bersubsidi saat ini masih sangat minim, demikian juga kesiapan infrastruktur di daerah juga masih minim untuk melaksanakan kebijakan tersebut.

"Kalau bisa, kebijakan pemerintah itu mulai sekarang ini disosialisasikan dan berlaku pada tahun anggaran baru 2013," katanya mengusulkan.

"Ini usulan karena bagi saya, sepanjang kebijakan pemerintah itu, ambigius sepanjang itu pula pelaksanaan kebijakan tidak akan pernah efektif," katanya.

Menurut dia, tidak ada yang bisa menjamin bahwa mobil pemerintah dan BUMN/BUMD jujur tidak menggunakan BBM bersubsidi.  "Untuk efektifas pelaksanaan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi, sebaiknya rancangan kebijakan dibuat jauh-jauh hari dan disosialisasikan kepada seluruh kelompok sasaran agar mereka bisa memahami, mengerti dan melaksanakannya," demikian Thomas Ola Langoday. [ms]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU