Belum Ada Juknis, Permen ESDM 07 Sudah Mau Direvisi
Ilustrasi areal pertambangan (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Setelah diputuskan sejak tanggal 6 Mei 2012 kemarin bahwa perusahaan tambang mineral dilarang mengekspor mineral mentah berdasarkan Permen ESDM 7 Tahun 2012, namun hingga saat ini pemerintah ESDM belum juga membuat petunjuk teknis (juknis) tertulis, dan hanya ada juklak (petunjuk pelaksanaan).

Namun pemerintah akan melakukan revisi aturan dan mengeluarkan kepmen baru, dimana pengusaha mineral hanya boleh melakukan ekspor bila sudah mengajukan rencana pembuatan smelter, sementara untuk bahan mentah diperbolehkan dengan syarat bea keluar sebesar 20%.

Hal ini diiyakan oleh  Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Industri, Riset dan Teknologi,  Bambang Sujagad.

"Iya Juknis permen memang baru di Televisi dan media lain, belum ada tertulis. Tapi Juklak ada, yang pasti sebelum dapat rekomendasi ESDM tidak boleh ekspor dulu. Sedangkan bea keluar sebesar 20% itu wajar," cetus Bambang saat diwawancarai seusai jumpa pers di Menara Kadin, Jakarta, Senin (7/5/12).

Sementara untuk juklak atau petunjuk pelaksanaan, lanjut Bambang pengusaha mineral harus mengikuti beberapa syarat yang telah diumumkan oleh Menteri ESDM Jero Wacik saat konpers akhir minggu kemarin.

"Pertanyaannya apakah pengusaha sudah memenuhi syarat, ia sudah Clear and Clean belum, buat proposal pembangunan smelter di tahun 2014 belum, sudah teken fakta integritas, dan bayar pajak/royalti belum. Kalau sudah dipenuhi ESDM pasti keluarkan surat rekomendasi dan boleh ekspor kembali," tutur Bambang.

Menurut Bambang, pengusaha harusnya tak perlu permasalahkan lagi Permen 7 ini bila semua persyaratan sudah terpenuhi, karena dengan semua klasifikasi ini pengusaha mineral tetap bisa ekspor lagi.

"Setelah tanggal 6 Mein ini, meskipun banyak perusahaan yang belum mendapat rekomendasi dari pemerintah maupun mengajukan ekspor tetap dilarang,"  tutup Bambang.

Adapun 14 jenis mineral yang dilarang ekspor yaitu, tembaga, emas, perak, timah, timbal, kromium, molybdenum, platinum, bauksit, biji besi, pasir besi, nikel, mangan dan antimon.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur berpendapat penetapan 14 mineral dan bea keluar 20% sudah tepat dilakukan oleh pemerintah. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU