ESDM Beri Izin Sosialisasi KPPBC Pomala, Kadin Hanya Mau Bantu Pengusaha Mineral Anggotanya
Logo Kadin Indonesia

Jakarta, Seruu.com - Ratusan pengusaha mineral yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (APEMINDO) yang kini tengah mengalami kesulitan setelah sosialisasi yang dilakukan KPPBC Pomala. Akibat sosialisasi yang dilaksanakan sebelum tanggal diputuskannya permen 07 ini, yaitu pada 6 Mei kemarin menyebabkan banyak kerugian dari berbagai sektor. Seperti yang disampaikan ketua APEMINDO,  Poltak Sitanggang.

"Kolapsnya perusahaan kontraktor pertambangan mineral, membuat sekitar 15,000 unit alat berat dengan kapitalisasi Rp1,5 triliun dan 75,000 unit alat transport dengan kapitalisasi minimal Rp2,5 triliun. Dimana hampir 80 persen pendanaan adalah leasing dari Bank. Pada saat ini dengan keluarnya Permen  ESDM No. 07 Tahun 2012 itu, pendanaan dan penjualan alat berat dan transportasi sudah berhenti sementara," tegas Poltak saat dikonfirmasi Seruu.com di kantornya (5/5/2012) lalu.

APEMINDO menduga, Permen 07 ini adalah pandangan terburu-buru  terhadap ketakutan ekspor besar - besaran bahan baku mineral tanpa didasari kalkulasi cadangan potensi mineral itu sendiri yang sesungguhnya karena hingga detik ini pemerintah belum membeberkan pada media kalkulasi banyaknya ekspor dan dari jenis mineral apa saja hingga mendasari diterbitkannya permen ini.

Pasalnya dalam pasal 21 disebutkan, bahwa pada saat permen ini mulai berlaku, pemegang IUP Operasi Produksi dan IPR yang diterbitkan sebelum berlakunya Permen ini dilarang untuk menjual bijih (raw material atau ore) mineral ke luar negeri dalam jangka waktu paling lambat tiga bulan sejak berlakunya Permen ini, yang artinya adalah pada 6 Mei 2012.

Menurut Bambang Sujagad, Wakil Ketum Kadin Bidang Industri, Riset dan Teknologi sosialisasi Pomala seharusnya tidak boleh dilakukan, penyetopan ekspor semestinya dilaksanakan tanggal 6 Mei 2012 bukan sebelumnya.

"Harusnya peraturan nggak boleh didului kayak gitu, sekarang sudah tanggal 6 Mei berarti harus diberlakukan. Makanya perusahaannya suruh jadi anggota Kadin biar Kadin yang perjuangkan nasib merdeka,"  kata Bambang saat ditemui di Kuningan, Senin (7/5/2012).

Bambang menambahkan,  sejauh ini pengusaha mineral memang belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah mulai dari infrastruktur maupun pendanaan untuk smeltering.

"Apabila perusahaan itu anggota Kadin, maka kami dapat berikan jaminan pada saat pengusaha tersebut mengajukan surat kesediaan/kesanggupan untuk membangun smelter. Karena kadin telah mempersiapkan tenaga ahli untuk membantu anggotanya mulai proses clear and clean hingga penyiapannya," jelas Bambang.

Sementara di waktu yang berbeda, Dirjen Minerba KESDM Thamrin Sihite menyatakan apa yang dilakukan KPPBC Polama sesuai izin yang disampaikan kepada KESDM.

"Untuk yang dilakukan kawan-kawan di KPPBC Pomala itu sudah kirim surat ke kita, mereka minta izin terlebih dahulu melakukan sosialisasi itu," cetus Thamrin saat ditemui seusai konpers di KESDM (4/5/2012). [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU