Dewi Aryani: Pemerintah ESDM Sudah Lakukan Teror Psikologis Terhadap Pengusaha Tambang!
Dewi Aryani saat memberikan keterangan kepada wartawan di Hotel Kempinski (Foto: Seruu.com)
Tanpa sadar Pemerintah sudah melakukan teror psikologis terhadap PHK yang terkait dalam tambang, seperti buruh. Ini bisa dibawa ke Komnas HAM - Dewi Aryani

Jakarta, Seruu.com - Dewi Aryani Anggota Komisi VII DPR RI dalam konferensi persnya bersama Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (APEMINDO) menyatakan pemerintah dalam hal ini melalui kementerian ESDM sudah lakukan teror psikologis dengan pemberlakuan Permen 07 tahun 2012.

Personil PDI Perjuangan ini mengaku tidak segan menyalahkan pemerintah bila ada poin-poin yang salah.  Menurut aturannya, dalam siklus pembuatan kebijakn publik, ada 4 pemangku kebijakan yaitu pemerintah, parlemen, investor atau pngusaha juga pengguna kebijakan atau masyarakat.

"Tanpa sadar Pemerintah sudah melakukan teror psikologis terhadap PHK yang terkait dalam tambang, seperti buruh. Ini bisa dibawa ke Komnas HAM," kata Dewi saat jumpa Pers di Hotel Kempinski, Selasa (8/5/12).

Anggota Komisi VII DPR ini menganggap pemerintah tidak membuka kembali apa yang sudah dilakukan, dan dampak yang sudah dilakukan pemerintah. Juga tidak mempertimbangkan siapa yang akan dirugikan.

"Saya belum pernah diajak bicara oleh pemerintah, APEMINDO  juga, lalu apa pemerintah sudah ajak bicara rakyat juga LSM.  Setidaknya tanya pada 3 juta orang yang akan di PHK," tegas Dewi.

Dewi juga menyalahkan pemerintah yang tidak menganggap konstitusi. Terlebih pemerintah belum mengkomunikasikan ini kepada DPR RI terutama Komisi VII.

"Karena 4 aktor utama tidak dirangkul oleh pemerintah. Pemerintah tidak boleh dengan tiba-tiba naikkan nilai ekspor.  Bongkar saja siapa menteri yang tidak punya tambang. Selama masih duduk dengan membawa kepentingan sendiri, permasalahan negara tidak akan pernah selesai," tegasnya lagi. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU