Wamendag Berharap Bea Keluar Tidak Berdampak Pada Kuota Ekspor Mineral
Wamendag Bayu Khrisnamurti (dok seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Kementerian Keuangan melansir potensi penerimaan negara sekitar Rp14 triliun hingga Rp18 triliun dari bea keluar mineral tambang 20 persen. Meski demikian, Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi tetap khawatir kebijakan itu berdampak pada kurangnya pendapatan akibat turunnya volume ekspor.

Kebijakan pengetatan ekspor mineral tambang diterapkan melalui pelaksanaan Permen ESDM nomor 7 tahun 2012. Dalam Permen tersebut pemerintah mematok pajak ekspor 20 persen untuk 14 bahan mineral tambang.

Saat diwawancara wartawan, Selasa (8/5/2012), Bayu berharap dampak yang ditimbulkan tidak berkepanjangan dan negatif bagi kepentingan nasional.

Menurut Wamen, ekspor mineral tambang menyumbang sekitar 10 persen total eksor Indonesia. Kementerian Perdagangan belum menghitung prediksi penurunan ekspor pasca pemberlakuan Permen ESDM nomor 7 tahun 2012. "Belum ada hitung hitungan riil terkait itu," ujarnya.

Disisi lain Bayu mengatakan bahwa pemerintah berencana mengkaji ulang perhitungan target ekspor tahun ini. Kinerja ekspor tahun ini awalnya ditarget USD 230 miliar, namun diperkirakan sulit tercapai. "Mengingat adanya pelemahan ekspor di kuartal I ini kami sedang mengkaji serius apakah target USD 230 miliar itu perlu revisi atau tidak," ujarnya.

Di tengah kondisi ekonomi dunia dan realisasi pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I yang melemah menjadi 6,3 persen, pemerintah tidak terlalu optimis. Dia mengatakan, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan pun menyatakan jika tahun ini target ekspor bisa sama dengan tahun lalu yaitu USD 203 miliar, capaian tersebut sudah cukup baik.

"Karena kan ada perlambatan ekonomi global seperti nampak pada kuartal I ini. Ini hal yang tidak bisa kita kelola karena faktor eksternal," jelas Bayu

Data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal I tahun ini menunjukkan, pertumbuhan ekspor hanya mencapai 6,9 persen. Kinerja tersebut menurun dari 27,7 persen tahun lalu di periode yang sama. "Kita hanya berharap target nasional pertumbuhannya tetap bisa 6,5 persen," imbuh mantan wakil menteri pertanian ini. [ndis]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU