Dewi Aryani: Ganti Saja Dirjen Minerba Kalau Memang Nggak Sanggup Sesuai Porsinya!
Dewi Aryani saat memberikan keterangan kepada wartawan di Hotel Kempinski (Foto: Saifullah Halim/Seruu.com)
Mungkin ini kesalahan Jero Wacik (Menteri ESDM) saat menandatangani dan baru menjabat 2 bulan, tapi jangan diperpanjang kesalahan ini. Buat skenario yang baiklah untuk mengatur tambang - Dewi Aryani

Jakarta, Seruu.com - Pemerintah tidak memikirkan efek domino dari permen 07 tahun 2012, begitu disampaikan Anggota Komisi VII dari fraksi PDIP, Dewi Aryani. Hal ini bukan hanya karena terbitnya permen yang sangat terburu-buru dan menunjukkan ketidaksiapan pemerintah dalam hal ini kementerian ESDM juga banyaknya kepentingan beberapa sektoral di pemerintahan.

"Mungkin ini kesalahan Jero Wacik (Menteri ESDM) saat menandatangani dan baru menjabat 2 bulan, tapi jangan diperpanjang kesalahan ini. Buat skenario yang baiklah untuk mengatur tambang,"kata Dewi saat dijumpai  di  Hotel Kempinski, Selasa (8/5/12).

Bahkan Dewi tidak segan mengatakan Dirjen Minerba ESDM tidak mampu bekerja sesuai porsinya, hingga sampai terjadi sosialisasi permen 07 oleh KPPBC Pomala yang melarang ekspor dan menyetop kapal investor sebelum terbit juknis tertulis dan diputuskan berlakunya permen ini yaitu 6  Mei 2012.

"Nggak bolehlah kayak gitu, kalau pemerintah kita Dirjen Minerba tidak mampu lakukan itu diganti saja, buat apa kita punya dirjen tapi nggak bisa lakukan sesuai porsinya," tambah Dewi menegaskan.

Dewi melanjutkan, permen ini bukan hanya terburu-buru. melainkan pemerintah tidak paham bagaimana kelola energi di Indonesia, terkesan pula ini disetting saat para anggota DPR yang tengah reses ke luar kota.

"Seolah-olah memang dibikin waktu reses, tapi kita pasti akan panggil pemerintah untuk bicarakan ini. Kita ingin pastikan The next project dari pemerintah untuk majukan pertambangan," imbuhnya.

Saat ini, menurut Dewi hanya menunggu goodwill dan willingness dari pemerintah supaya bisa bersama mereview kembali permen 07.

"Artinya proses, siklus dan caranya harus prover dan mengedepankan masyarakat. Juga  junjung tinggi konstitusi kita, ini kan menyangkut hajat masyarakat banyak", tandasnya. [Ain]
 

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU