Triwulan Pertama Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Capai Rp 111 Miliar
Foto Ilustrasi

Jakarta, Seruu.Com - Sejak kenaikan BBM bersubsidi dibatalkan, Satgas operasi pengawasan pengendalian bahan bakar minyak (BBM) subsidi mencatat angka penyalahgunaan BBM semakin melonjak, penyalahgunaan terbesar ditemukan pada April 2012. Menurut Andy Noorsaman Sommeng, kepala BPH Migas, terjadi over kuota sampai 8 persen di bulan april ini atau melebihi Februari dan Maret 2012 yang hanya 5 sampai 6 persen.

"Kalau tidak ada batasan dikhawatirkan kuota BBM premium sampai 42 juta kilo liter melebihi batas kuota dalam APBN 40 juta kilo liter yaitu 37,5 juta kilo liter dan cadangan 2,5 juta kilo liter," ujarnya di kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (8/7/2012).

Dia juga menyebutkan penyalahgunaan terbanyak adalah bahan bakar MF0 dengan kuota mencapai 250.109.000 liter senilai Rp 105 miliar. Sementara nilai estimasi minyak solar sebanyak 619.300 liter dengan estimasi senilai Rp 5 miliar. Sedangkan untuk minyak tanah mencapai 600 liter dengan estimasi Rp 5 juta. Dan, premium sebanyak 24.800 liter dengan estimasi Rp 233 juta.

"Nilai totalnya sudah mencapai Rp 111.253.024.400," lanjut Andy

Melalui peran penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) memberikan keterangan ahli dan pemeriksaan alat bukti  dari Januari-April 2012.

Menurutnya dari rincian itu total perkembangan kasus itu 218 kasus yang sebagian besar terjadi pada April dengan 166 kasus, 15 kasus terjadi pada Januari, 13 kasus di Februari, dan 24 kasus di bulan Maret.

Andy mencontohkan, terungkap 54 kasus dengan barang bukti 147 ton solar, 24.812 liter premium dan 600 liter minyak tanah di Kalimantan Timur. Dengan barang bukti berupa uang tunai Rp 94 juta, 25 unit mobil, dan 11 unit dum truck.

"Saat ini masih dalam proses penyidikan. Selain itu ada juga di Bali yang menangkap dua truk tangki solar muatan 15.000 liter serta empat truk tangki solar muatan 5000 liter di Karang Asem yang tidak memiliki dokumen. Sekarang masih dalam proses penyidikan lanjut." Ungkapnya.

Andy menuturkan, dari keterangan ahli, barang bukti yang diperoleh mulai periode Januari - April 2012 adalah sebanyak 360.336 liter minyak solar,130.103 liter minyak tanah, serta 95.568 liter premium barang bukti. Total barang bukti dari Januari sampai April 2012 ini mencapai 586.047 liter.

"Disparitas harga premium dan pertamax harus disikapi dan dikontrol dengan pengawasan yang ketat," tegasnya.

Menurut Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno, pemerintah akan berusaha seoptimal mungkin untuk melaksanakan program pengendalian BBM bersubsidi. Pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan pemerintah disetiap daerah terkait pengendalian BBM bersubsidi. Ia juga mendukung Pertamina (Persero) yang rencananya akan membuat uji coba percontohan BBM bersubsidi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

"Kenaikan harga BBM subsidi dibatalkan. Jadi secepatnya kita harus siapkan skenario lain untuk pengendalian BBM," tandasnya. [rere]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU