MRC Otak Dibalik Mafia Minyak, Dari Cendana Hingga Istana
Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi

Jakarta, Seruu.com - Bisnis mafia minyak ternyata sudah ada sejak zaman Orde Baru berkuasa, bahkan para mafia ini dikenal dekat dengan Cendana yang menjadi beking dari bisnis kotor tersebut.

Tumbangnya Orde Baru tak lantas membuat bisnis mafia minyak surut, namun para mafia itu juga turut bertukar baju dan mencoba berlindung dibalik penguasa era reformasi.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi yang menuturkan hal ini kepada Seruu.com, juga menyebut keluarga Cendana ikut bermain dalam bisnis mutiara hitam ini.

"Di zaman Orba (Orde Baru), itu (Mafia minyak) bagian dari bisnis anak-anak Cendana," kata Adhie di Jakarta, Rabu (09/05/2012).

"Setelah Orba tumbang, diteruskan oleh para begundal Cendana, dengan majikan baru," paparnya.

Adhie menjelaskan, para mafia minyak menggunakan berbagai cara untuk mengamankan bisnis menggiurkan itu, diantaranya adalah dengan menyusup ke lembaga-lembaga strategis yang terkait dengan perminyakan seperti Pertamina dan BP Migas.

Tidak hanya itu, para mafia minyak juga disebut-sebut selalu dekat dengan kekuasaan, lagi-lagi hal ini dilakukan untuk mengamankan kepentingan mereka. Sementara keuntungan yang diperoleh pihak penguasa adalah aliran dana yang menggiurkan untuk kepentingan Pemilu.

Adhie tak membantah ketika ditanya terkait adanya tokoh sentral yang menguasai jaringan mafia minyak. Sayangnya, Adhie tidak menyebutkan nama, dia hanya menyebutkan inisial. Namun, Adhie memastikan orang tersebut dibekingi oleh Istana.

"MR dan orang-orang Istana," kata Adhie tanpa menyebut lebih rinci lagi.

Sayangnya Adhie tak tahu secara detail sepak terjang MR, termasuk bagaimana dia bisa mengendalikan bisnis mafia minyak dan bisa dekat dengan kekuasaan. Mantan Juru Bicara Gudur itu hanya memastikan bahwa MR adalah tokoh penting di jaringan mafia minyak.

"Saya gak tahu (sepak terjang MR). Tapi yg dia salah satu orang penting di jaringan mafia minyak," kata Adhie menjelaskan.

Sebelumnya, Adhie Massardi juga mengatakan kerugian negara akibat ulah mafia minyak ini tak terhingga nilainya. Sebab, menurutnya dalam satu hari saja, para mafia itu bisa mendapatkan keuntungan Rp 10 miliar dari bisnis kotor tersebut. [nurholis]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU