Sukur Nababan :Bikin Kandang Ayam Aja 3 Bulan Apalagi Smelter?
Konferensi APEMINDO: Sukur Nababan, Tiga dari Kiri (Foto: Ipul/ Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.Com - Sukur Nababan, anggota Komisi VI DPR RI fraksi PDIP anggap tidak fair terbitnya Permen 7 tahun 2012 yang diputuskan berlaku 6 Mei kemarin.

Menurutnya ini tidak fair karena sesuai UU Minerba no 4 tahun 2009 pelarangan ekspor mineral mentah dilaksanakan tahun 2014, yang artinya pengusaha punya waktu 5 tahun untuk membuat industri smelter untuk meningkatkan nilai tambah.

"Bikin kandang ayam aja butuh 3 bulan, ini kok malah begini? Secara substansi dan roh dari Permen 7 itu kita sepakat. Negeri ini harus ada add value agar tidak menjual tanah air," tegas Sukur saat dikonfirmasi Seruu.com.

Menurut Sukur, pemerintah ESDM tidak mengerti benar bagaimana menghitung proses dan rentan waktu yang diberikan sejak munculnya UU Minerba. Dan ini jelas tidak fair karena menimbulkan kecurigaan tidak hanya dari pengusaha tambang tapi juga parlemen, dengan mendadak munculnya permen ini.

"Ini tidak rasional buat saya, tiba-tiba saja ada permen ini. Malah sekarang Mendag juga munculkan Permendag terkait ini juga, kalau permen 7 ini tidak muncul pasti Permen lain juga nggak akan muncul kan?" tuturnya.

Sukur berkata, pihaknya pernah diskusi langsung dengan Dirjen Minerba, Thamrin Sihite dan meminta agar memberikan waktu pada pengusaha nasional untuk membuat smelter hingga melakukan pemurnian. Karena bila mendadak akan banyak sekali PHK, perusahaan tambang yang bangkrut, juga meningkatnya kemiskinan.

"Berikanlah waktu untuk industri itu, jangan menganak tirikan bangsa sendiri dan menganak emaskan bangsa luar. Ini pasti akan menimbulkan pertanyaan besar nantinya".

Hematnya, Sukur menjelaskan pemerintah harus mempertimbangkan dampak permen ini bukan hanya dari ekonomi tapi juga sosial. Ia berharap pemerintah segera lakukan tinjauan ulang terhadap permen ini karena pengusaha anak bangsa yang akan sangat dirugikan, juga ribuan karyawannya.

"Kalau pengusaha dalam negeri kita mati, siapa yang mau lanjutkan?", tanya Sukur. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU