Satya W Yudha: Pemerintah Harus Transparan Jangan Asal Bilang BBM Subsisi Over Kuota
Satya W Yudha

Jakarta, Seruu.com - Menurut BPH Migas, April 2012 ini terjadi over kuota BBM bersubsidi paling tinggi melebihi Februari dan Maret yaitu 8%. Dengan kuota yang hanya 40 juta KL dikhawatirkan tidak mencukupi kebutuhan BBM bersubsidi hingga akhir tahun ini.

"Kalau tidak ada batasan dikhawatirkan kuota BBM premium sampai 42 juta kilo liter melebihi batas kuota dalam APBN 40 juta kilo liter yaitu 37,5 juta kilo liter dan cadangan 2,5 juta kilo liter," ujar Andy Noorsaman Sommeng, kepala BPH Migas di kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa kemarin (8/7/2012).

Pendapat berbeda diungkapkan Satya W Yudha dari Komisi VII DPR RI, menurutnya pemerintah selama ini kurang transparansi dengan selalu menyebut over kuota tanpa mempertimbangkan, bahkan memperlihatkan faktor-faktor penyebab over kuota tersebut.

"Itulah pemerintah selalu bilang over kuota, tapi tidak pernah menunjukkan secara rinci faktor penyebabnya. Padahal penyebab utama over quota itu dari penyelundupan yang mencapai 15%," tegas Satya saat berbincang dengan seruu.com pagi ini (10/5/2012).

Satya menyebut, pemerintah seringkali menyampaikan over kuota dikarenakan meningkatnya volume kendaraan, padahal meningkatnya volume kendaraan hanya 5% menyebabkan over kuota.

Sedangkan untuk tahun ini kuota BBM bersubsidi tetap 40 juta KL seperti yang terpostur dalam APBNP 2012 dan tidak bisa dirubah lagi.

"Ini harus diklarifikasi dan diperjelas kepada semua. Over kuota bukan satu masalah yang harus diselesaikan oleh ESDM saja, tapi ini butuh kebijakan yang terintegritas dari masing-masing pemerintahan. Maka dari itu ditunjuklah Menko sebagai panglima pengatur kebijakan. Tapi tetap ESDM di posisi leading-nya," jelasnya.

Berdasarkan data BPH Migas kemarin, penyalahgunaan terbanyak adalah bahan bakar MF0 dengan kuota mencapai 250.109.000 liter senilai Rp 105 miliar. Sementara nilai estimasi minyak solar sebanyak 619.300 liter dengan estimasi senilai Rp 5 miliar. Sedangkan untuk minyak tanah mencapai 600 liter dengan estimasi Rp 5 juta. Dan, premium sebanyak 24.800 liter dengan estimasi Rp 233 juta. Dan nilai total BBM yang disalahgunakan sudah mencapai Rp 111.253.024.400. [Ain]

KOMENTAR SERUU