Permen Masih Revisi, Sihite Jelaskan Pemasukan Bea Keluar Rp 80 triliun
Dirjen Mineral dan Batu bara, Thamrin Sihite

Jakarta, Seruu.com - Dirjen Mineral dan Batu bara, Thamrin Sihite, kembali tegaskan guna bea keluar sejumlah 20% yang diputuskan dalam Permen ESDM no 7 Tahun 2012 meskipun Permen tersebut masih dalam proses revisi oleh Menkeu Agus Martowardoyo, dan baru akan diterbitkan lagi minggu depan.

Menurut Thamrin bea keluar untuk tambang mineral ini memang harus dilakukan untuk mengurangi atau menjaga jumlah tambang mineral yang diekspor serta menyesuaikan kebutuhan industri dalam negeri, juga adanya add value.

"Negara akan mendapat pemasukan tambahan bagi negara  sekitar US$ 8 miliar atau sekitar Rp 80 triliun. Kan sudah dibilang dari kemarin-kemarin kalau itu bagus buat pendapatan negara. Ini tanah air kita lho. Makanya harus berdampak positif lebih besar untuk dalam negeri," ujar Thamrin Jumat (10/5/2012) kemarin.

Seperti yang disampaikan Dewi Aryani Anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi PDIP kepada Seruu.com Rabu (9/5/2012) lalu, besaran bea keluar 20% ini harus dipaparkan secara detail asalnya dan tidak tiba-tiba ditemukan keuntungan puluhan triliun. Jika benar ada angka puluhan triliun maka ini adalah bentuk kalkulasi yang dibentuk dengan logika linear dan hanya menhitung satu sisi saja.

"Jika dihitung dari pendapatan rakyat dalam bentuk pengupahan maka kalkulasi itu tidak jelas, karena dengan lahirnya Permen 7 ini belum tentu perusahaan tambang nasional mampu bersaing dengan Internasional. Justru ini akan merugikan sebesar Rp 252 triliun/tahun bila tetap dilaksanakan, dengan kalkulasi Rp 7 juta (rata-rata gaji karyawan) x 3juta (jumlah karyawan) x 12 bulan = 252 triliun," jelas Dewi.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU