Meskipun Impor, Pengusaha Mineral Sangsi PLN Bisa Pasok Listrik Untuk Smelter
Aktivitas pemurnian dan pengolahan bahan mineral tambang (smelter) (istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Dirut PLN,  Nur Pamudji Kamis (10/5/2012) lalu mengatakan kebutuhan listrik untuk satu smelter setidaknya membutuhkan listrik 1.250 mega watt. Dan,  inilah yang mendasari PLN berencana untuk mengimpor listrik guna memenuhi kebutuhan listrik daerah pertambangan yang akan membangun pabrik pemurnian dan pengolahan bahan mineral tambang (smelter) sesuai amanah Permen ESDM No 07 Tahun 2012 dan UU. Namun kesanggupan impor ini masih juga menjadi pertanyaan dari sejumlah pengusaha tambang mineral.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (APEMINDO) Agus Hartono berpendapat rencana impor listrik yang disampaikan Nur Pamudji mungkin untuk tambang rakyat. Karena untuk perusahaan-perusahaan tambang besar seperti Antam dan INCO saja tidak menggunakan pasokan listrik dari PLN.

"Listrik yang dibutuhkan untuk 1  ton nikel ekuivalen 7 megawatt setara dengan 270 gj. Sedangkan untuk smelterisasi dari nikel ore sampai jadi pengolahan butuh energi yang sangat besar," jelas Agus kepada Seruu.com, Senin (14/5/2012).

Bila memang berencana impor menurut Agus pemerintah harus menyiapkan centra power seperti untuk Nikel di Sulawesi, Bauksit di Riau. Terlebih untuk smelter sebagian pengusaha tambang mineral sudah berinvestasi untuk tahun 2014 berbentuk paket power plan.

"Nggak mungkin PLN bisa bantu, permaslahannya sejak 2009-2014 kita sudah investasi secara paket kepada calon investor. Contoh untuk tranmisi dari Poso ke Pomala saja 250 km dengan segala peralatannya butuuh waktu 2-3 tahun. Apalagi kalau dari luar ke Morowali? Yang saya pikir bagaimana cara mengirimkannya", ungkap Agus.

Vrans salah seorang pengusaha Mineral juga menuturkan usaha PLN ini akan susah, karena  listrik di daerah dipakai untuk perumahan.

"Contohnya di Halmahera dan Sulawesi. Mau nggak mau harus ikut investasi pembangkit listrik sendiri. Kalau pasokan listrik di bagi ke smelter bisa-bisa pasokan perumahan tidak cukup. Untuk smelter tidak boleh kekurangan/berhenti sebab akan mempengaruhi aktifitas produksi," jelas Vrans.

PLN daerah, lanjutnya belum mampu membangun infrastruktur baru, "yang lama aja maintenance nya dah keteteran, makanya ada istilah giliran tiap daerah di matiin listriknya disana", lanjutnya. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU