Kadinas ESDM Kalbar : Larangan Ekspor Mineral Ancam 25 Ribu Pekerja Tambang di Kalbar
Pengangguran
Pekerjaan mereka terancam karena hingga kini Kalimantan Barat belum memiliki industri pengolahan pertambangan, hanya mengandalkan ekspor tambang mentah,"

Pontianak, Seruu.com - Pemberlakuan peraturan tentang pelarangan ekspor barang tambang mentah membuat pekerjaan sekitar 25.000 tenaga kerja pada sektor pertambangan di Provinsi Kalimantan Barat terancam karena industri pengolahan tambang belum dibangun di wilayah itu.

"Pekerjaan mereka terancam karena hingga kini Kalimantan Barat belum memiliki industri pengolahan pertambangan, hanya mengandalkan ekspor tambang mentah," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Barat Agus Aman Sudibyo di Pontianak, Jumat (18/5/2012).

Perusahaan tambang yang berencana membangun industri pengolahan barang tambang di wilayahnya, menurut Agus, juga hanya beberapa. "Kalau aturan pelarangan ekspor tambang dalam bentuk mentah diberlakukan, akan banyak hasil tambang di Kalimantan Barat yang tidak bisa dipasarkan," ungkapnya.

Menurut dia, kebijakan itu juga akan membuat banyak pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP)  menghentikan aktivitas karena tidak bisa memasarkan hasil produksi.

Ia mengatakan sepanjang tahun 2011 pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menerbitkan 651 IUP yang terdiri atas izin eksplorasi dan operasi produksi.

Sementara produksi tambang dan mineral wilayah itu pada 2011 tercatat 14,51 juta ton dan terdiri atas emas, besi, mangan, bauksit, zirkon, kaolin, ball clay, intan, granit atau andesit, dan pasir sungai. Dari jumlah tersebut sebanyak 9,67 juta ton diantaranya diekspor.

Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2012 tentang peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan pengolahan dan permurnian mineral.

Pemerintah juga berusaha menertibkan kegiatan ekspor barang tambang dan mineral mentah dengan menerbitkan  Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 29 Tahun 2012 tentang ketentuan ekspor produk pertambangan.

Paket ketentuan itu ditujukan untuk menjamin pasokan bahan baku industri dalam negeri dan menekan dampak kegiatan pertambangan terhadap kerusakan lingkungan karena peningkatan tajam ekspor barang tambang sepanjang 2008-2011 telah menyebabkan kelangkaan sumber daya pertambangan dan kerusakan lingkungan. [ms]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU