Mafia Sediakan Minyak Oplosan Untuk Indonesia, Ada Jatah Upeti Untuk Penguasa
Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Persekongkolan jahat mafia minyak terjadi dari proses pengadaan minyak hingga pengiriman melalui kapal tanker. Parahnya, minyak yang selama ini diimpor melalui tangan Petral adalah minyak yang berkualitas rendah.

Untuk diketahui, Petral adalah anak perusahaan Pertamina yang bertugas mensuplai kebutuhan minyak Indonesia dari pasar Internasional. Proses pengadaan minyak sendiri dilakukan Petral melalui mekanisme tender yang diikuti oleh 53 perusahaan.

Ironisnya, proses pembelian minyak oleh perusahaan pemenang tender di Petral, dilakukan dengan cara membeli minyak yang diduga memiliki kualitas murahan di berbagai negara. Setelah itu, minyak tersebut dioplos dan dipatentkan menjadi sebuah merk. Itulah yang kemudian disebut sebagai mafia minyak.

"Sumber minyak itu kan macam-macam ada dari Rusia ada dari Nigeria dan negara-negara lainnya, (minyak-minyak) itu nanti dibrending jadi sebuah merk, setelah itu dicocokan dengan harga pasar," kata Jurnalis Warga Iwan Piliang kepada Seruu.com usai acara diskusi bertajuk 'Minyak Untuk Rakyat' di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (19/05/2012) kemarin.

Merk tersebut, lanjut Iwan sengaja diciptakan oleh para mafia minyak, dan kemudian disesuaikan dengan harga di pasar Internasional.

"Dan yang menciptakan para kolutor itu. 53 grup (peserta tender) itu yang bergiliran," paparnya.

Selain itu, Iwan yang pernah memwawancarai buron Muhammad Nazaruddin melalui Skype ini menyebutkan 53 peserta tender di Petral juga memiliki hubungan khusus dengan pemangku kekuasaan, termasuk adanya tim lobi untuk memuluskan bisnis kotor mereka.

"Jadi 53 itu corongnya mafia, pasti kan dibawah 53 itu ada lagi, sama kayak perusahaan lah, ada dirut bahkan tukang lobinya. Dan 53 itu corong tapi masing-masing ada gerbongnya," ungkap Iwan.

Gerbong-gerbong itulah yang kemudian terindikasi memberikan jatah upeti kepada instansi-intansi terkait, sampai pada penguasa tertinggi negeri ini.

"Nah, didalam gerbong itu terindikasi sampai ke RI 1," demikian Iwan. [nurholis]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU