Mafia Minyak Rugikan Negara RP 170 Triliun per Tahun, di Sektor Trading dan Cost Recovery
Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Pelaku usaha yang juga jurnalis warga Iwan Piliang berpendapat kerugian negara akibat ulah mafia minyak mencapai Rp 100 triliun per tahun.

Kerugian tersebut, menurut Iwan hanya dalam proses ekspor impor minyak mentah yang selama ini dilakukan oleh Petral, anak perusahaan Pertamina.

"Kerugian negara mencapai Rp 100 Triliun per tahun, dari ekspor impor mencapai 900.000 barel per hari," kata Iwan kepada Seruu.com usai diskusi bertajuk 'Minyak Untuk Rakyat' di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (18/05/2012) kemarin.

Selain dari sektor trading, Iwan juga menyebut indikasi kerugian negara ada pada sektor Cost Recovery. Pada sektor ini, negara juga dirugikan triliunan rupiah.

"Penggelembungan Cost Recovery di lifting Migas yang terindikasi merugikan negara Rp 70 triliun per tahun," ungkapnya.

Namun, jumlah kerugian negara akan semakin bertambah apabila dihitung dari proses transporting dan eksploring. Sebab, di dua sektor itu juga terindikasi adanya kejahatan korupsi.

Ketua Departemen Infokom DHN 45 ini juga menjelaskan, salah satu kerugian negara dalam sektor transporting adalah tender pengadaan kapal tanker untuk mengangkut minyak ke Indonesia. Diduga kuat, ada mark up dalam proses tersebut.

"Akhirnya juga tidak bisa disebut mark up, karena kan diresmikan melalui tender kan. Tapi kan tender itu dikolusikan," terangnya.

Ulah mafia minyak yang selama ini merugikan keuangan negara memang sudah lama terjadi. Sumber Seruu.com pernah menyebut bisnis kotor ini sudah terjadi sejak zaman Orde Baru, bahkan bisnis ini adalah bagian dari anak-anak Cendana.

Runtuhnya Orde Baru ternyata tidak membuat mafia minyak tergilas arus reformasi, para mafia itu malah berganti baju dan merapat pada kekuasaan era reformasi.

Saat dikonfirmasi hal ini, Iwan Piliang juga membenarkan bahwa bisnis mafia minyak memang sudah lama terjadi, dan malah akan semakin massif.

"Mafia miyak sudah lama, tapi kan berjalan terus dan lebih massif lagi sekarang," tandasnya. [nurholis]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU