Jadikan Batubara Kita Komoditi Energi, Bukan Komoditi Dagang
Batubara

Jakarta, Seruu.com - Tak hanya menekankan agar pemerintah mengatur ekspor dan mengendalikan cadangan batubara yang hanya tinggal 15 tahun lagi dan diartikan dalam masa kritis, pengamat pertambangan Soelarno Witoro juga menyampaikan agar batubara tidak diperlakukan sebagai komoditi dagang tetapi harus diperlakukan sebagai komoditi energi alternatif.

"Harus ada upaya pemerintah mendorong tumbuhnya pengusaha listrik swasta melalui kemudahan regulasi dan insentif agar cadangan batubara kita terpakai dengan maksimal untuk memenuhi lebutuhan dalam negeri. Dengan tingkat produksi  saat ini 15 tahun lagi kita harus impor", jelasnya saat berbincang dengan Seruu.com Sabtu (19/5) kemarin.

Menurut Witoro agar jumlah cadangan bertambah kuncinya pemerintah harus menekan banyak perusahaan batubara agar mengendalikan eksplorasi trus menerus, agar yang di resourcess bisa menjadi cadangan.

"Ada itu barang di bawah tanah tapi kita nggak tahu berapa, dan dimana. Lihat lagi penyebaran cadangan itu,  55% di Sumatera, 5% lain-lain dan yang 40% di Kalimantan tapi 95% produksi batubara di Kalimantan. Sementara Sumatera belum dikembangkan, dan kalau dibiarkan seperti ini 15 tahun lagi kita batubara kita stuck", tambah Witoro.

Pengendalian cadangan ini juga harus berbentuk aturan dari pemerintah seperti permen agar regulasi batubara jelas. Hal ini diamini Menkeu Agus Martowardoyo beberapa waktu lalu, menurutnya batubara harus dipikirkan juga.

"Yang tidak boleh kita lupa batubara. Harus kita pikirkan batubara, yang diperoleh melalui ijin usaha pertambangan dengan nilai yang sangat besar. Harus ada pengaturan yang sama dengan mineral", tegas Agus (7/5/12) lalu. [ain]

KOMENTAR SERUU