Perjuangkan Nasib 25 Ribu Buruh Tambang, Gubernur Kalbar Siap Temui Menteri ESDM
Gubernur Kalbar, Cornelis

Pontianak, Seruu.com - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Cornelis MH menyatakan segera menemui Menteri ESDM, guna meminta penundaan berlakunya larangan ekspor bahan tambang mentah. Sebab, jika peraturan tersebut diberlakukan Juni 2012, bakal mengancam kegiatan usaha pertambangan di Kalbar, mengingat semua perusahaan tambang yang ada saat ini masih mengandalkan komoditas dalam bentuk bahan mentah.

Ditemui usai membuka Rakerdasus PDI Perjuangan di Pontianak, Sabtu (19/5), Cornelis mengatakan, Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2012 akan melumpuhkan kegiatan pertambangan dan mengancam perekonomian Kalbar. “Lebih dari 25.000 pekerja di sektor pertambangan terancam kehilangan pekerjaan,” ujarnya.

Oleh karena itu,lanjut Cornelis, ia akan meminta Menteri ESDM untuk memberikan toleransi bagi Kalbar agar menunda berlakunya larangan ekspor tambang mentah hingga daerah dan perusahaan siap, paling lama tahun 2014 mendatang.

Secara terpisah, Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kalbar, Suherman, mengatakan, sebenarnya Permen ESDM Nomor 7 Tahun 2012 positif dalam jangka panjang, karena investor diwajibkan membangun pabrik pengolahan di daerah, yang otomatis berdampak terhadap terbukanya lapangan kerja.

Ia menyarankan agar perusahaan tambang lokal yang belum mampu membangun pabrik pengolahan, sebaiknya menggandeng investor luar atau mancanegara.

Lebih lanjut, Suherman meminta Dinas Pertambangan melakukan sosialisasi, terkait pengenaan pajak sebesar 20 % bagi perusahaan tambang yang masih mengeskpor bahan mentah pasca pemberlakuan Permen ESDM Nomor 7 tahun 2012. Begitu pula Dinas Tenaga juga diminta untuk memberikan penjelasan yang dapat menenangkan para buruh maupun pekerja tambang.

“Idealnya, Pemerintah mengundang semua pihak yang terkait sektor pertambangan untuk duduk satu meja membicarakan permasalahan ini dan mencari solusi terbaik tanpa merugikan salah satu pihak,” ungkapnya. [ms]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU