Ternyata Perusahaan Tambang Sekelas Antam Masih Ekspor Bahan Mentah
Antam

Jakarta, Seruu.com - Ternyata hingga saat ini perusahaan mineral sekelas Aneka Tambang yang merupakan BUMN pertambangan, masih menjual bahan mentah dan tidak melakukan pemurnian secara 100 persen melalui smelter yang mereka miliki.

Hal tersebut diakui oleh Direktur Antam Alwinsyah Lubis, di Jakarta, Selasa (22/5/2012). Karena itulah maka menyikapi implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 7/ 2012, Antam giat melakukan negoisasi dengan konsumennya. Tidak mau rugi, maka Antam menginginkan agar seluruh konsumennya dapat menanggung seluruh beban bea tersebut. "Beberapa konsumen bijih nikel Antam telah menyatakan kesediaannya," katanya

Adapun bea keluar yang ditetapkan bagi 65 jenis mineral adalah 20%.

Menurut Alwinsyah Lubis, sepanjang kuartal I 2012, Antam berhasil menjual feronikel 4.402 ton. Volume penjualan bijih nikel Antam juga meningkat sembilan persen sebesar 1,76 juta wmt. Produksi bijih nikel Antam selama kuartal I 2012 naik lima persen dari periode yang sama 2011 menjadi 2,11 juta wmt.

Volume penjualan emas sepanjang kuartal I 2012 juga naik tiga persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi 1.783 kilogram (kg). Volume produksi emas kuartal I 2012 sebesar 570 kg.

Alwinsyah mengatakan pembebanan bea keluar tersebut, menurut rencana, akan dikenakan pada komoditas bijih nikel yang merupakan bahan mentah. Komoditas ini berkontribusi 27% terhadap penjualan bersih Antam pada kuartal I 2012.

Sedangkan, komoditas feronikel, emas, perak, batubara, dan jasa pemurnian Antam berkontribusi 73% terhadap penjualan bersih Antam selama kuartal I 2012 tak akan dikenakan bea keluar. Sampai sekarang, pembebanan bea keluar tersebut belum diimplementasikan.

Kementerian Perdagangan juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 29/2012 tentang ketentuan ekspor produk pertambangan. Aturan ini mengatur persyaratan sebagai eksportir terdaftar yang dapat melakukan ekspor bijih. Meski demikian, ekspor dalam bentuk bijih tambang direncanakan tetap diperbolehkan dengan persyaratan-persyaratan Kemendag tersebut. [mus]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU