PGN Bantah Keruk Keuntungan Dari Kenaikan Harga Gas Industri

Jakarta, Seruu.com - Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Hendi Prio Santoso menegaskan tidak mengambil keuntungan dari kenaikan harga jual gas di pasaran. "Mohon ditegaskan kami tidak mengambil keuntungan dari adanya penyesuaian (kenaikan) harga tersebut," ujarnya saat konferensi pers di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Selasa (22/5/2012).

Ia  beralasan biaya operasional yang ditanggung perseroan melambung tinggi hingga 200 persen. "Jadi kalau ada unsur stereotip kami untung itu tidak benar, tidak ada unsur laba," Hendi menegaskan.

Seperti diketahui pada 14 Mei lalu, perseroan memutuskan menaikkan harga jual gas ke konsumen di wilayah Jawa bagian barat hingga 50 persen. Dari harga semula US$ 6,7  per million metric british thermal unit (MMBTU) menjadi US$ 10,2 per MMBTU. Kenaikan ini diprotes kalangan industri.

Direktur Manajemen Risiko dan Perencanaan Investasi PGAS, Wahid Sutopo menambahkan, saat ini perseroan tengah melakukan sosialisasi mengenai kenaikan harga gas itu pada para konsumen di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Palembang.

Penyesuaian harga itu diberlakukan terhadap konsumen di wilayah Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Palembang mulai 1 Mei 2012. Saat ini PGN memiliki 983 pelanggan komersial dan 845 pelanggan manufaktur di wilayah itu. Adapun total pasokan gas ke seluruh konsumen di wilayah itu 542 miliar british thermal unit per hari (BBTUD).

"Kenaikan harga ini untuk menyesuaikan kenaikan harga beli gas dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas," ujarnya. [ndis]

KOMENTAR SERUU