Overlaping Kepentingan Di 3 Kementrian, Membuat Ribet Birokrasi Rekomendasi Ekspor Permen ESDM No. 7
"Harusnya pemerintah bikin SK Bersama 3 kementrian jadi tidak terlalu banyak yang dijalankan dan memakan waktu lama. Karena ini menimbulkan kerugian beberapa pihak tidak hanya pengusaha, tapi juga stakeholder dan buruh tambang,"

Jakarta, Seruu.com - Tidak adanya kata sepakat dari tiga kementrian yaitu KESDM, Kemenkeu dan Kemendag disinyalir menjadi indikasi alotnya proses revisi Permen 7 dan keluarnya ijin untuk melakukan ekspor lagi meski pengusaha tambang mineral telah mendapatkan rekomendasi Eksportir Terdaftar Produk Pertambangan (ET-Produk Pertambangan). Hal ini ditegaskan Direktur Eksekutif APEMINDO Ruddy Tjanaka saat berbincang dengan Seruu.com.

"Harusnya pemerintah bikin SK Bersama 3 kementrian jadi tidak terlalu banyak yang dijalankan dan memakan waktu lama. Karena ini menimbulkan kerugian beberapa pihak tidak hanya pengusaha, tapi juga stakeholder dan buruh tambang," ujar Ruddy saat ditemui di Jakarta (23/5/2012).

Tidak adanya SK bersama ini juga menyebabkan terhambatnya revisi, menurutnya meskipun akta yang dikeluarkan sama tapi bentuk birokrasi dari 3 kementrian ini berbeda hingga perlu mempersiapkan lagi keperluan dokumen yang sangat bertele-tele.

"Ini sekarang revisi jadinya nggak klop juga kan, karena ada overlaping di 3 kementrian yang buat ini jadi bolak- balik. Padahal ada yang sudah punya rekomendasi ekspor tetep nggak bisa lakukan ekspor," tambah Ruddy.

Keruwetan birokrasi ini, lanjutnya semakin membuat tidak jelas prosedur yang digunakan karena banyaknya persyaratan yang harus diurus. Bahkan Ia menyatakan ET yang dikeluarkan-pun membuat simpang siur.

"Sudah 300 karyawan dari PT PAN Mineral yang sudah dirumahkan, dan dengan kesimpang siuran ini pasti semakin memperlambat dalam ketidakpastian yang menyebabkan banyak kerugian lain. Persamaan persepsi yang harus dibangun di tiga departemen ini agar semua menjadi jelas untuk dilaksanakan." papar Ruddy yang juga sebagai Dirut PT PAN Mineral.[Ain]

KOMENTAR SERUU