Wah, 20 Tahun Lagi Indonesia Berpotensi Sebagai Importer Batubara
Batubara

Jakarta, Seruu.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan produksi batu bara nasional pada 2012 mencapai 332 juta ton atau naik 1,52% dari rencana tahun 2011 sebesar 327 juta ton. Namun dari produksi sampai April 2012 ini sudah mencapai sekitar 280 juta ton, maka diperkirakan pada akhir tahun target tersebut akan terlampaui cukup signifikan. Hal ini disampaikan pengamat pertambangan Soelarno Witoro kepada Seruu.com di Jakarta (23/5/2012).

"Dikhawatirkan produksi akan melampaui 500 juta ton. Dominasi produksi masih dari PKP2B yang kontrolnya masih lebih mudah. Mengingat besarnya jumlah perizinan (IUP) dari daerah yang kontrol pengendaliannya juga di daerah, maka dikhawatirkan produksi batubara akan sulit dilakukan yang dapat berakibat penyusutan cadangan batubara akan semakin cepat dari perkiraan semula," ungkap Witoro.

Indonesia merupakan salah satu dari lima top produser dunia menurut US-EIA (US Energy Information Administration). Kebutuhan batubara dunia yang utamanya sebagai sumber energy akan terus meningkat. Indonesia masih punya peran sebagai ekportir terbesar hingga sekitar 15-20 mendatang, setelah itu perannya kemungkinan besar berubah menjadi importer batubara.

"Melihat posisi cadangan Indonesia yang sangat kecil dibandingkan posisi Negara lain, yaitu hanya 0,6%  dari cadangan terbukti (proved reserve) dunia yang jumlahnya sekitar 860 milyar ton. Maka sudah seharusnya Indonesia merubah kebijakan untuk menjadikan batubara sebagai sumber energy, bukan  sebagai salah satu sumber pendapatan Negara", tambahnya.

Menurutnya, bila Indonesia tidak bisa menyamakan posisi dengan negara yang punya cadangan jauh melimpah seperti  US (untuk 241 tahun), Australia (180 tahun), India (106 tahun) dan China (35 tahun). Khusus China dan India akan lebih panjang lagi karena juga mengandalkan ekspor untuk memenuhi kebutuhan energinya. Maka tidak mustahil dalam waktu 15-20 tahun kita akan menjadi importer batubara. .

"Evaluasi dari US-EIA (US Energy Information Administration), bahwa cadangan dunia dengan klasifikasi proved reserve, total penggunaan batubara di dunia masih mencapai 118 tahun. Indonesia memiliki cadangan proved 5,5 milyar ton, atau hanya 0,6% dari seluruh cadangan dunia. Dengan tingkat produksi seperti saat evaluasi, diperkirakan umur tambang cadangan tersebut akan habis dalam waktu 16 tahun".

Lanjutnya, "apabila kita lihat kondisi saat ini dimana penambangan banyak dilakukan tanpa pembinaaan dan pengawasan yang ketat, terutama di daerah, maka akan ada cadangan tersisa yang menyebabkan recovery menurun, yang berarti umur pemanfaatannya juga akan semakin pendek", pungkas Witoro. [Ain]

KOMENTAR SERUU