Spartan Siap Mengelar Aksi Demonstrasi Menolak Permen ESDM 7/2012
Diskusi mengenai PHK Massal Pekerja Tambang di Cikini (Foto: Musashi/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Spartan (Solidaritas Pekerja Tambang) menilai pemerintah telah mengorbankan nasib jutaan pekerja tambang demi kepentingan bangsa asing. Untuk itu Pekerja Tambang seluruh Indonesia telah bulat menyatakan sikap menolak Permen ESDM 07/2012.

Hal tersebut diungkapkan oleh para pekerja tambang yang tergabung dalam Spartan saat mengelar Konfrensi Pers, di Galeri Kafe, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (27/5/2012).

Jasri salah satu pekerja tambang dari PT Starget, Kendari Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa tidak ada jalan lain bagi para pekerja tambang dan seluruh rakyat Indonesia kecuali membangun perlawanan dengan menuntut Nasionalisasi Perusahaan Asing di Indonesia dan membangun gerakan rakyat menduduki tambang-tambang asing di negeri ini.

"Hampir semua aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah selalu memihak pada kekuatan modal, kekuatan negara asing," jelasnya.

Hal yang senada juga disampaikan Kuswandi, pekerja dari PT Pinxiang mining Industri, Sulawesi Tengah Morowali. Menurutnya penerapan Permen ESDM 07 yang hanya ditujukan kepada pengusaha nasional pemegang IPR dan IUP menjadi bukti bahwa pemerintah telah berkolaborasi dengan kekuatan asing.

"Pemerintah mempertahankan hegemoni asing , yang sudah bertahun-tahun mengeruk kekayaan alam negeri ," paparnya.

Untuk itu, Spartan (Solidaritas Pekerja Tambang) bertekad akan melakukan aksi di tingkat lokal maupun nasional secara serentak.

"Rencananya sudah kami susun bersama dengan perusahan penambang diseluruh Indonesia. Kami akan menggelar sejumlah demo mulai tanggal. 28 Mei, besok  hingga puncaknya nanti secara serentak," kata Abdurahaman, Humas Spartan kepada Seruu.com.

Abdurahaman menegaskan, akan menggelar aksi besar-besaran, karena tidak ada lagi yang mau membela nasib pekerja tambang," imbuhnya.

"Kami dan teman2 pekerja Tambang lainnya, akan segera melaksanakan rangkaian aksi, termasuk aksi bersama di jakarta yang akan melibatkan ratusan ribu pekerja Tambang dari ratusan perusahaan, " pungkasnya

Seperti diberitakan sebelumnya sekitar 200 pekerja tambang kemarin mendatangi Komisi IX DPR RI untuk mengadukan nasib mereka dan menuntut agar pemerintah dan DPR tidak mengorbankan rakyat kecil dalam berbagai kebijakannya.

Mereka juga menuntut agar Permen 07 yang menjadi pangkal persoalan dicabut atau dibatalkan. Pasalnya gara-gara aturan tersebut puluhan perusahaan tambang nasional terancam gulung tikar akibat tidak mampu memenuhi ketentuan permen yang mewajibkan pembangunan smelter (pabrik pemurnian hasil tambang) dalam waktu 3 bulan.[ant]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU