5 Juni, Spartan Siapkan Demo Besar Pekerja Tambang
Diskusi mengenai PHK Massal Pekerja Tambang di Cikini (Foto: Musashi/Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Massa aksi pekerja tambang yang tergabung dalam Solidaritas Para Pekerja Tambang Nasional (Spartan) akan melakukan aksi serentak di masing-masing daerah pada 5 Juni 2012, apabila pemerintah mengindahkan tuntutan pekerja tambang.

Hal ini dikatakan Juru Bicara Solidaritas Para Pekerja Tambang Nasional, Abdurrahim saat ditemui di depan kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Senin (28/5).  "Kami akan menggalang kekuatan dengan dukungan para aktivis serta mahasiswa untuk menyuarakan tuntutan kami," ujarnya.

Ia menyebutkan, tuntutan pekerja tambang diantaranya menolak Permen ESDM 07/2012; Jika terjadi PHK massal akibat Permen ESDM 07/2012, maka pemerintah harus membayar pasangon pekerja; Jika terjadi PHK massal akibat Permen ESDM 07/2012 maka pemerintah wajib menyediakan lapangan kerja baru bagi para pekerja tambang; dan nasionalisasi aset tambang mineral dan migas di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Spartan telah bertemu dengan pengurus International Labour Organization (ILO) untuk meminta ILO menjadi mediator dalam perselisihan ini. "Kami telah bertemu dengan pihak ILO untuk meminta melakukan pengkajian dalam menyelesaikan perselisihan ini," tandasnya.

Terpisah kalangan Komisi IX DPR RI menilai bahwa nasib para pekerja tambang yang menjadi korban kebijakan serampangan dan tanpa kajian yang dilakukan pemerintah hanya satu dari deretan cerita getir para buruh dan pekerja di negeri ini.

"Semua aturan yang dibuat selama ini tidak pernah memihak kepada Pekerja," terang Nur Suhud, anggota Komisi IX DPR RI kepada seruu.com, Selasa (29/5/2012).

Ia mencontohkan bagaimana UU Ketenagakerjaan yang justru lebih memihak kepada pemilik modal dan investor dan hanya menenmpatkan pekerja sebagai objek penderita saja.

"Hal itu diulangi dalam Permen 07 yang dikeluarkan baru-baru ini. Aturan yang mendewakan pemodal asing dan memupus harapan pengusaha nasional untuk bersaing secara kompetitif dan wajar di negeri sendiri. Korbannya lagi-lagi jutaan buruh kasar, pekerja tambang yang selama ini menggantungkan hidupnya kepada perusahaan tambang rakyat, mau dibawa kemana mereka kalau harus ada ratusan perusahaan yang dipaksa tutup dengan aturan baru itu. Ini harus ada evaluasi menyeluruh," tandasnya. [musashi]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (2 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU