4 Permen Penghematan Energi Diterbitkan Kementrian ESDM
Menteri ESDM, Jero Wacik

Jakarta, Seruu.com - Kembali Kementrian ESDM terbitkan 4 permen dalam rangka penghematan energi, permen tersebut diantaranya pelarangan penggunaan BBM subsidi yang berlaku mulai tanggal 1 Juni 2012 di Jabodetabek, dan di kalangan Pemerintah pusat, PEMDA, BUMN, dan BUMN dilarang gunakan BBM subsidi. Pemerintah akan segera serahkan stiker agar ditempel ke mobil pemrintah. Hal ini disampaikan Jero Wacik dalam jumpa persnya tadi sore di KESDM.

"Plat hitam diutamakan pasang stiker, besok kami mulai sosialisasi pada pemilik SPBU agar mengerti yang pakai stiker dilarang pakai BBM subsidi. Ini berlaku 1 juni, kalau masih ada yang lolos anggap ini percobaan lah, jangan mau langsung sempurna pelaksanaannya. Saya akan beri antisipasi karena bnyak kendala", ungkap Jero Wacik di lobby KESDM Rabu (30/5).

Hal serupa disampaikan Dirjen Migas Evita Legowo, pihaknya menyatakan tender konverter akan dimulai di Italia, India, Korea, dan akan dilakukan tender terbuka dengan harga 10-15 juta/konverter kit .

"Ini akan kita atur penggunaan stiker, tapi kan masih 1 September. Stiker khusus akan bekerjasama BPH Migas, aparat keamanan dan Pemerintah. Jadi ada rangkaian sosialisasi", tutur Evita.

Wacik menambahkan dalam program awal ini pemerintah harus jadi pelopor untuk tidak gunakan BBM subsidi. Begitupun aparat Pemda dan lainnya  agar lakukan sosialisasi.
Permen selanjutnya adalah pelarangan penggunaan BBM subsidi untuk kendaraan pertambangan, dan berlaku sejak 1 September 2012.

"Untuk pertambangan dan perkebunan, walau 1 September baru berlaku saya akan minta penambahan SPBU non subsidi", ucapnya.

Selanjutnya, kata Jero Permen mengenai diversifikasi BBM ke BBG yang diperkuat dengan Perpres, converter kit akan diimpor dari Itali, Korea dan Jepang. Sementara plat hitam disiapkan mekanismenya yang tergantung pada jenis kendaraan maka plat hitam akan berangsur-angsur menggunakan BBG,  SPBG-pun akan ditambah tiap tahun.
Permen selanjutnya adalah penghematan listrik dan air yang juga dimulai dari gedung-gedung pemerintahan.

"Penghematan dulu cuma kantor pemerintahan saja, sekarang ganti rumah pejabat", katanya.

Yang terakhir permen dalam peningkatan pengawasan dan penindakan penyelundupan, yang  harus lebih awasi. [Ain]

KOMENTAR SERUU