Tolak Kenaikan Harga Gas, APINDO Ingatkan SBY Soal PHK Ribuan Buruh
Sofjan Wanandi

Jakarta.seruu.com,-Puluhan asosiasi industri yang tergabung dalam Forum Lintas Asosiasi Industri  menolak kenaikan harga gas yang dinilai dilakukan secara tiba-tiba.Setidaknya 31 Asosiasi menolak Kebijakan Perusahaan Gas Negara yang pada 16 Mei 2012 lalu menaikan harga gas hingga mencapai 55 persen dari $4,3/MMBTU hingga $5,82/MMBTU.

"Kita tidak setuju kalau kenaikan ini tidak dilakukan secara bertahap apalagi kalau para pengusaha tidak di ajak bicara,"kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sofyan Wanandi kepada wartawan dikantor Apindo, Jakarta, Jum'at (08/06/2012).

Ditegaskan Sofyan, kenaikan gas harus dilakukan secara bertahap, karena jika tidak dilakukan secara bertahap akan timbul shock bagi perusahaan.

"Kenaikan itu harus dilakukan secara bertahap, kalau dilakukan secara bertahap kita setuju, tapi kalau tidak dibicarakan dan dilakukan sekaligus, kami tidak setuju,"ungkap Sofyan.

Sofyan juga mengatakan terdapat 30 asosiasi perusahaan pengguna gas yang akan mengalami kenaikan cost hingga 20-30 persen akibat kenaikan gas 55persen.

"PN gas ga usah untung banyak-banyak,kalo akhirnya kemudian membunuh kita, bagaimana nasib para pekerjanya nantinya," terang Sofyan.

Apindo juga meminta kepastian,berapa persen kepastian suplai dan harga gas tiap tahunnya dengan harapan Pemerintah mengirimkan mediator untuk mencari win-win solution. " Jadi ini yang saya minta betul ke presiden, siapa yg diberi mandat utk menjalankan negoisasi dengan kita". Tegas Ketua Apindo.

"Kalau tidak ada solusi pastinya perusahaan akan menaikan harga jual jadi lebih mahal, kalau harga naik mungkin tidak bisa bersaing dengan produk impor yg pasti lebih murah, nah kalo lebih murah impor maka mau tidak mau pengusaha akan impor karena lebih murah, jika impor dilakukan maka tidak ada produksi yang akan berujung pada PHK atau tutup pabrik. Karena tidak ada aktivitas." pungkasnya. (Pri).

KOMENTAR SERUU