Efendi Simbolon : 45-48 juta KL Adalah Jumlah Real Kebutuhan BBM Subsidi Masyarakat Kita
Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com -  Kuota BBM subsidi sebesar 45 hingga 48 juta KL yang diajukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) kepada Komisi VII DPR RI untuk tahun 2013. Yang belum juga disepakati memancing banyak persepsi salah satunya anggota Komisi VII dari fraksi PDI-P Efendi Simbolon yang dikenal vokal dan sering memberikan pandangan berbeda kepada pemerintah.

Efendi beranggapan kuota BBM subsidi tesebut tidak dinaikkan namun itu adalah jumlah real yang dibutuhkan untuk konsumsi masyarakat terhadap BBM subsidi.

"Itu bukan naik tapi itu jumlah real kebutuhan masyarakat kita, jadi ketika presiden berpidato untuk meminta kepada masyarakat dan aparatnya untuk menghemat itu menjadi ambifalen dan pembatasan mengkonsumsi BBM bukan dengan menghimbau atau menginstruksikan," tegasnya saat ditemui di Komisi VII DPR RI Senin malam (11/6/2012).

Ia berpendapat konsumsi BBM subsidi sebagian besar penggunanya adalah kendaraan bermotor, dan sepanjang alat transportasi alternatif lainnya tidak dibangun oleh pemerintah maka tidak akan bisa menghemat pemakaian BBM subsidi.

"8 tahun ini tidak membangun infrastruktur apapun dan sepanjang itu juga pengguna otomotif kita akan terus menggunakan BBM itu, coba lihat total BBM baik subsidi maupun non subsidi mungkin hampir 100 juta sekarang, mungkin ya. Baik yang dipakai dipemerintah, swasta, dan itu harga yang non subsidi jadi artinya memang kalau dikalikan perkapita masyarakat memang realitanya masyarakat Indonesia menggunakan sebesar itu, nah berapa banyak yang kemudian dikenakan atau ditalangi oleh negara melalui APBN, yaitu BBM bersubsidi. Itulah angka yang keluar hari ini sekitar 45-48," jelas Efendi.

Efendi melanjutkan, angka 45-48 juta KL bukanlah angka baru, dan bukanlah kenaikan kuota BBM subsidi. Sementara itu dengan jelas Jero Wacik Senin kemarin menyatakan ini adalah pengajuan kuota baru.

"Ini asumsi tahun depan yang kita ajukan. Tahun lalu kita ajukan 40 juta KL tahun ini kami usulkan setelah berdiskusi dengan BPH Migas dan Pertamina, ada range yang kami ajukan antara 45juta KL - 48 juta KL, ini baru usulan. Kita belum tahu berapa yang disetujui. Kita sekarang juga persiapkan APBN untuk 2013." ungkap Jero kepada media Senin sore (11/6/2012).[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU