Dewi Aryani: Jangan Sampai Gas Kita yang Melimpah Kembali Dikuasai Asing
Dewi Aryani (Foto: Cesare/ Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - Menanggapi berbagai persoalan terkait pricing policy sektor energi terutama BBM dan Gas, sungguh memprihatinkan. Berbagai usulan dan saran yg diberikan kepada pemerintah tidak pernah dijadikan rujukan perbaikan berbagai persoalan.

"Khusus soal tata niaga gas yang sudah carut marut, tidak terkendali dipermainkan pasar seenaknya. Kebutuhan domestik atau Domestic Market Obligation tidak terurus sesuai rencana dan amanat konstitusi." Tegas Anggota Komisi VII DPR RI, Dewi Aryani kepada Seruu.com di Jakarta, Senin (18/06/2012).

Menurutnya, Seharusnya PLN mendapat prioritas karena PLN sebagai single producer dan pelayanan listrik. Selama ini defisit keuangan PLN harus di bayar mahal oleh rakyat. Pabrik pupuk dan industri strategis sektor pangan harus menjadi prioritas berikutnya selain sektor transportasi.

Lebih lanjut, Politisi cantik PDI Perjuangan ini mengatakan jika mobil dinas dan moda transportasi umum harusnya diarahkan menggunakan gas mulai kini dan ke depan.

"Dari bertahun-tahun masalah pricing policy gas dan asumsi lifting produktivitas gas seperti momok yang tak kunjung sirna. Hanya hitungan diatas kertas tapi tak pernah terimplementasi melalui berbagai kebijakan yang harusnya segera di gelontorkan oleh pemerintah termasuk dialog dengan semua stake holder terkait sebelum policy di turunkan." Papar Duta UI Untuk Reformasi Birokrasi ini.

Dewi menilai bahwa Jangan sampai gas kita yang melimpah kembali di kuasai asing dan kembali lagi rakyat hanya mendapatkan derita dan harus membayar mahal untuk persoalan kebutuhan dasar yaitu pemenuhan sektor energi terutama gas sebagai bagian dari modal utama kegiatan perekonomian bangsa.

"Jangan sampai kita terlambat menangani sektor ini karena suatu saat akan jadi bumerang bangsa ini, ibarat peribahasa ayam mati di lumbung berasnya sendiri", tegas Dewi. [Cesare]

KOMENTAR SERUU