Spartan : Delegasi Indonesia di ILO Bawa Kepentingan SBY dan Bukan Buruh Indonesia
Aksi Spartan Menolak PHK Massal di Morowali (dok. Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Solidaritas Para Pekerja Tambang Nasional (Spartan) menilai bahwa delegasi Indonesia yang dikirim untuk mengikuti sidang ILO (International Labour Organisation) yang merupakan organisasi buruh Internasional dibawah PBB adalah orang-orang yang disusupi kepentingan Penguasa dan bukan murni membawa aspirasi buruh Indonesia.

Seperti yang disampaikan Juanforti Silalahi, Centra Informasi Spartan kepada Seruu.com Selasa (19/6/12). Ia menegaskan bahwasannya pemerintahan SBY takut  ketika tuntutan Spartan sampai ke sidang ILO.

"Citra pemerintahannya akan buruk dimata dunia. Dan Tuntutan Spartan ini dianggap sebagai ancaman politik untuk SBY, makanya mereka nggak menyuarakannya disana", ungkapnya kepada Seruu.com.

Seperti diketahui sebelumnya Perwakilan ILO di Jakarta telah mengapresiasi beberapa fenomena PHK massal yang menimpa pekerja tambang di Indonesia akibat implementasi Permen ESDM no 7 th 2012 yang diberlakukan sejak 6 Mei 2012 Namun, ILO menganjurkan agar tuntutan Spartan diberikan kepada delegasi Indonesia yang berangkat ke Jenewa, Swiss. Namun hal tersebut ternyata tidak disampaikan oleh delegasi dalam sidang ILO.

Spartan tidak hanya merasa sangat dikecewakan dengan hal tersebut, mreka juga mengecam keras para delegasi Indonesia yang berangkat ke ILO karena dianggap tidak mengakomodasi aspirasi dan tuntutan para Pekerja Tambang yang telah di PHK akibat Permen 7.

"Begini loh, kita kan kemarin itu audiensi dengan perwakilan PBB (ILO) di Jakarta, dan kita sampaikan tuntutan Spartan ke mereka. Dan mereka bilang lebih baik disampikan lewat delegasi Indonesia yang berangkat kesana. Cuma kita pikir percuma karena delegasi yang kesana itu nggak akan membawa tuntutan Spartan karena dianggap merusak citra pemerintah, nah itu yg kita kecam!", tegasnya.

Adapun beberapa delegasi Inonesia yang diberangkatkan ke Jenewa adalah Menakertrans Muhaimin Iskandar Bserta Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (PPK) Muji Handaya...lalu delegasinya antara lain Sri Martono dari APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dan Said Iqbal dari KSPI.[Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU