Harun:  Tak Ada Pembebasan Lahan, Kami Bangun Kilang Pertamina di Atas Lahan Sendiri
Mochamad Harun (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com – Meskipun sempat disangsikan oleh anggota Komisi VII dari fraksi PDI-P Efendi Simbolon lewat pernyataannya saat ditemui Seruu.com seusai raker di ruang rapat Komisi VII 11 Juni lalu yang menganggap rencana PT Pertamina untuk membangun kilang dengan investor Kuwait dan Arab hanya wacana untuk penyejuk telinga. Akhirnya PT. Pertamnina (Persero) menegaskan rencana pembangunan kilang bersama dengan investor, baik Kuwait Petroleum Corporation maupun Saudi Aramco Asia Company Limited akan dilaksanakan di atas lahan milik sendiri sehingga tidak memerlukan pembebasan lahan baru.

Penegasan ini disampaikan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun lewat pesan tertulisnya menanggapi semakin maraknya praktik spekulasi lahan yang telah meresahkan dan mengganggu masyarakat. Harun berpendapat, akibat ulah spekulan harga tanah di Tuban maupun Balongan menjadi tidak rasional karena kenaikannya berkali-lipat.

“Kami ingin menyampaikan pesan yang jelas kepada masyarakat dan juga para spekulan bahwa Pertamina tidak ada rencana melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan kilang. Kami akan melaksanakan proyek pembangunan kilang di atas lahan yang saat ini pengelolaannya dilakukan oleh Pertamina sendiri,” kata Harun dalam informasi tertulisnya Selasa (19/6/2012).

Tak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan pasalnya pembangunan 2 kilang tersebut tidak harus berada di pulau Jawa. Berdasarkan informasi, harga tanah yang dispekulasikan akan dijadikan lokasi pembangunan kilang naik dari semula Rp 65.000 per meter persegi menjadi Rp 3,6 juta per meter persegi.

“Kami juga tegaskan bahwa pembangunan dua kilang baru tidak harus berada di Jawa Timur atau Jawa Barat seperti rencana sebelumnya dan yang pasti lahan yang digunakan adalah lahan milik Pertamina sendiri," tegasnya.

Pertamina mengaku optimis dalam  merealisasikan rencana proyek dua kilang dengan Kuwait Petroleum Corporation dan Saudi Aramco Asia Company Limited masing-masing berkapasitas 300.000 barel/hari. Pembangunan kedua kilang tersebut kini masih dalam proses pembahasan insentif fiskal dan non fiskal bersama pemerintah.

“Pembangunan kedua kilang tersebut dalam rangka meningkatkan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan Indonesia akan impor BBM sehingga kami berkomitmen untuk merealisasikannya. Kami telah menyusun roadmap pembangunan kilang baru dan juga revamping terhadap kilang-kilang yang sudah ada. Diharapkan, pada 2018 tingkat produksi BBM dari kilang-kilang Pertamina dan mitra akan meningkat menjadi 66,7 juta," papar Harun.

Saat ini, kapasitas produksi BBM dari kilang yang dioperasikan Pertamina mencapai 40,6 juta KL per tahun dengan tingkat konsumsi pada 2012 diperkirakan mencapai 57,1 juta KL.  Pada 2018, permintaan BBM naskional diproyeksikan akan mencapai 72,2 juta KL sehingga diperlukan penambahan kilang-kilang baru untuk menghindarkan Indonesia dari ketergantungan yang tinggi terhadap impor BBM. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU