BK 20% Ekspor Raw Material Adalah Manipulasi Bersampul Nasionalisme
Direktur IGJ, Salamuddin Daeng (Foto: Ain/ Seruu.Com)

Jakarta, Seruu.com - Kebijakan pemungutan bea keluar 20% terhadap ekspor mineral melalui permen ESDM no. 7 tahun 2012 adalah kebijakan kalap pemerintahan SBY. Hal ini ditegaskan pengamat pertambangan yang juga Direktur IGJ Salamuddin Daeng kepada Seruu.com Selasa (19/6/2012).

Menurutnya peraturan yang mengharuskan pengusaha tambang membuat rencana kerja pembangunan fasilitas pemurnian (smelter) barang tambang pada tahun 2014, dengan birokrasi yang dirasa pengusaha tambang diperumit dalam birokrasi dengan melewati 3 Kementrian ini adalah kebijakan tidak rasional yang dipicu oleh jebolnya APBN 2012.

"Jika syarat itu tidak dipenuhi, pengusaha tambang tidak boleh ekspor, kecuali membayar Bea Keluar (dulu pajak ekspor) yaitu 20%, ini tidak rasional. Terutama jika melihat sejarah keluarnya permen ini maka jelas terlihat motivasi utama pemerintah mencari tambahan anggaran semata", tuturnya.

Sebagaimana masyarakat ketahui, lanjutnya, pemerintahan SBY beberapa waktu lalu gagal menaikkan harga BBM. Kegagalan tersebut menyebabkan APBN terancam jebol sekitar 300 trilun berdasarkan klaim pemerintah.

Pasca kegagalan menaikkan harga BBM tersebut pemerintah memburu berbagai sumber pajak, seperti berencana menaikkan pajak cafe, tempat hiburan dan terakhir menaikkan pajak ekspor bahan mentah mineral.

"Selain itu pemerintah juga berencana menjual surat hutang Rp 300 triliun
tahun ini, dan memburu utang luar negeri. Namun semua itu nihil..", kata Daeng.

Daeng berpendapat kebijakan memberikan bea keluar 20% bagi komoditas mineral yang dibungkus dengan berbagai isue nasionalisme jelas merupakan manipulasi, karena faktanya pemerintah SBY adalah agen nekolim yang paling setia dan hal tersebut juga dipertontonkan dalam permen ESDM no 7 tahun 2012. [Ain]

Tags:

BAGIKAN


  • Rating artikel: (0 rates)
    Rating
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
    • star goldstar goldstar gold
    KOMENTAR SERUU